Kotim  

Kotim Kembangkan Pulau Hanibung Jadi Wisata Alam, Target Rampung 2029

Sampit, fajarharapan.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut memberikan ide dalam rencana pengembangan Pulau Hanibung menjadi destinasi wisata baru.

Kepala Bapperida Kotim, Alang Arianto, mengatakan pihaknya sengaja mengangkat tema Pulau Hanibung pada stan Bapperida dalam ajang Sampit Trade Expo 2025 yang berlangsung 23–30 Agustus. Tujuannya agar masyarakat bisa menyampaikan gagasan maupun kritik yang nantinya dipertimbangkan dalam penyusunan master plan pengembangan.

“Kami ingin menjaring aspirasi publik. Bisa jadi ada masukan berharga yang bisa memperkuat konsep wisata Pulau Hanibung ke depan,” ujar Alang, Kamis (28/8).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam merancang pariwisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif. Selain itu, langkah ini juga menjadi jawaban atas keraguan sebagian pihak mengenai kelanjutan program yang sudah diperkenalkan sejak 2023.

“Dengan begini masyarakat tahu program Pulau Hanibung tetap berjalan. Memang prosesnya panjang, karena setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu menyesuaikan anggaran dan kewenangan,” tambahnya.

Pulau Hanibung terletak di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, dengan luas sekitar 260 hektare. Pulau yang masih alami itu memiliki kekayaan flora dan fauna, sehingga dianggap memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan menjadi wisata berbasis alam dan taman satwa.

Rencana besar ini, kata Alang, sudah tercantum dalam 14 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kotim yang masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Targetnya, kawasan wisata Pulau Hanibung bisa terealisasi penuh pada 2029.

Saat ini, tahapan yang dilakukan baru sebatas pembentukan tim khusus lintas OPD dengan tugas yang sudah diatur melalui Surat Keputusan (SK) Bupati. Tim tersebut nantinya akan memastikan setiap OPD dapat menyiapkan alokasi anggaran sesuai peran masing-masing.

“SK Bupati sudah keluar, tinggal menunggu RPJMD ditetapkan. Setelah itu, OPD terkait akan kami kumpulkan agar rencana ini bisa dijalankan secara bertahap,” jelas Alang.(Av/M)