Tanah Datar, fajarharapan.id- Peningkatan PAD dari Laporan Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar tahun 2022 yang disampaikan Bupati Tanah Datar pada Rapat Paripurna DPRD, Senin (26/6) dipertanyakan, sejumlah fraksi pada Sidang Paripurna DPRD Tanah Datar yang digelar, Selasa (27/6) di Ruang DPRD setempat.
Walaupun dari beberapa sisi pendapatan sejumlah fraksi memujikan karena dalam laporan Bupati sebelumnya menyatakan meningkat dan mencapai target namun ada sejumlah Fraksi yang perlu mempertanyakan kenaikan tersebut.
Seperti pemandangan umum yang disampaikan Fraksi Gerinda melalui juru bicaranya Kamrita mengemukakan bahwa setelah mencermati Nota Penjelasan Bupati terhadap Ranperda ini, ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan untuk dijelaskan oleh Pemkab, ungkapnya
Salah satu yang menjadi pertanyaan fraksi Gerindra adalah, bahwa pada tahun 2022 pendaptan daerah ditargetkan Rp. 1.187.138.974,00 dengan realisasi sebesar Rp. 1.173.573.895.007,00 jika di persentasekan sebesar 98,86% Pendapatan asli daerah naik dengan realisasi sebesar 11,30%.
Terkait denga adanya kenaikan pendapatan tersebut Fraksi Gerindra meminta agar dijelaskan sektor mana saja yang menyebabkan kenaikan PAD tersebut, terang Kamrita.
Kemudian terkait Pendapatan transfer mengalami penurunan dari target semula sehingga realisasinya 97,14%, dapat dijelaskan penyebab hal ini bisa terjadi, tegas Kamrita
Disamping itu, Lain-lain pendapatan daerah yang sah dari trget 100% hanya terealisasi 92,94% hal ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, ini juga mendapat pertanyaan Fraksi Garuda, kenapa hal ini bisa terjadidi, tanya Juru Bicara satu-satuanya Srikandi di Partai berlambang Kepala Garuda ini
Tidak hanya sampai disitu, Anggaran belanja untuk tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp.1.288.136.563.234,00 dengan realisasinya Rp. 1.186.943.494.819,00 jika dipersentasekan menjadi 92, 14% Dari 4 jenis belanja dijelaskan bahwa Belanja Operasional realisasi 91,56%, Belanja Modal realisasi 91,34%, Belanja tidak terduga relaisasinya 29,31 %, Belanja transfer realisasinya melebihi anggaran semula, Setelah dipelajari 3 belanja tidak terealisasi sesuai dengan anggaran dan 1 belanja melebihi anggaran, untuk itu Fraksi Gerindra perlu penjelasan tentang Bagaimana sistem perencanaan pengajuan belanja tersebut, tambah Kamrita
Berbicara tentang pembiayaan khususnya pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal sebesar Rp 10.599.000.000,00 dengan relalisasinya sebesar Rp 10.525.688.465,00 jika dipersentsekan sebesar 99,31%, untuk itu fraksi gerindra perlu gambaran tentang berapa PAD yang akan di peroleh dari penyertaan modal tersebut.
Sementara itu Fraksi PPP melalui juru bicaranya, Zulhadi, M.Pd, Mengatakan terkait dengan PAD tahun 2022 sebesar Rp.1.173.573.895,007,31 dari target
Rp. 187.138.974.089,00 atau sebesar 98,86%, Fraksi PPP berpendapat, pembangunan apabila dilihat dari aspek perencanaan Atau ketidak cermatan dalam menentukan target capaian.
“Asumsi kami yang digambarkan dalam target masih mentah, terlalu dangkal sehingga realisasinya justru dibawah target dari ekspektasi awal” sebut Zulhadi
Dikatakan bahwa, tercapainya pendapatan daerah 98,86% belum menggambarkan hasil capaian program OPD dalam berkreasi mengoptimalkan potensi daerah, oleh sebab itu perlu kreatifitas program terpadu antar OPD dengan tujuan optimalisasi potensi dalam rangka meningkatkan PAD secara signifikan. Jelas Zulhadi (Veri)
Sejumlah Fraksi DPRD sorot realisasi Peningkatan PAD dari Laporan pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar 2022






