Jakarta, fajarharapan.id – Timnas Indonesia memiliki semangat tinggi menjelang pertandingan melawan Australia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda bertekad memanfaatkan tekanan yang tengah dialami tim tuan rumah.
Australia saat ini menghadapi tantangan besar dengan badai cedera yang menimpa delapan pemain utama mereka. Kondisi ini tentu menjadi pukulan bagi tim asuhan Tony Popovic.
Beberapa pemain yang harus absen akibat cedera antara lain Harry Souttar, Nestory Irankunda, Jordan Bos, Thomas Deng, Riley McGree, Connor Metcalfe, Hayden Matthews, dan Alessandro Circati.
Dalam pengumuman skuad pada Jumat (14/3), Popovic menyadari perlunya strategi untuk mengisi kekosongan di timnya. Namun, pemilihan pemainnya justru menuai kritik dari netizen Australia, yang menilai banyak pemain yang dipanggil kurang potensial.
Sebagian besar kritik berpusat pada usia skuad The Socceroos yang dianggap terlalu tua. Dari 26 pemain yang dipanggil, terdapat 10 pemain berusia di atas 30 tahun, dengan rata-rata usia mencapai 28,2 tahun. Sebagai perbandingan, skuad Indonesia memiliki rata-rata usia 25 tahun dengan hanya empat pemain yang berusia di atas 30 tahun.
Timnas Indonesia tampak lebih segar dengan kehadiran 12 pemain berusia 23 tahun ke bawah. Meskipun muda, beberapa pemain Garuda sudah memiliki banyak pengalaman di level internasional. Pratama Arhan misalnya, telah mencatatkan 50 penampilan meski baru berusia 23 tahun. Rizky Ridho telah bermain dalam 42 laga di usia yang sama, sementara Marselino Ferdinan dan Rafael Struick masing-masing mencatatkan 32 dan 22 penampilan.
Di sisi lain, Australia mengandalkan pemain dengan pengalaman lebih dari 50 caps seperti Azis Behich, Jackson Irvine, dan Mathew Leckie, yang semuanya berusia di atas 30 tahun. Faktor ini membuat mereka menerima kritik dari publik.
Dari sisi performa, Australia juga tengah dalam tren yang kurang konsisten. Meski dominan di putaran kedua kualifikasi, mereka hanya meraih satu kemenangan dari enam laga di putaran ketiga. Mereka kalah dari Bahrain di laga pertama, lalu ditahan imbang oleh Indonesia, yang menyebabkan mundurnya pelatih Graham Arnold.
Setelah mengalahkan China 3-1, Australia justru kembali bermain imbang dalam tiga laga berturut-turut, sehingga hanya mengoleksi tujuh poin. Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan serupa dengan dua kekalahan, tiga hasil imbang, dan satu kemenangan, mengumpulkan enam poin. Namun, kemenangan 2-0 atas Arab Saudi menjadi sinyal positif bahwa Garuda bisa bersaing.
Laga ini juga menjadi kesempatan bagi lima pemain baru yang bergabung dengan skuad Indonesia: Emil Audero, Dean James, Joey Pelupessy, Ole Romeny, dan Septian Bagaskara. Empat pemain pertama baru menyelesaikan proses naturalisasi, sementara Septian mendapat promosi dari Timnas U-23.
Kelima pemain ini menempati berbagai posisi, mulai dari Emil di kiper, Dean di bek, Joey sebagai gelandang, serta Romeny dan Septian di lini depan. Ada kemungkinan beberapa dari mereka akan menjadi starter dalam pertandingan ini.
Namun, keputusan akhir ada di tangan pelatih Patrick Kluivert, yang baru menjalani debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dengan waktu persiapan yang terbatas sejak diumumkan pada Januari lalu, ia hanya memiliki empat hari efektif untuk meramu strategi sebelum laga berlangsung pada Kamis (20/3).
Kluivert juga harus menentukan pilihan di posisi krusial seperti kiper, di mana ada empat nama dalam skuad: Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan Ernando Ari. Dipastikan hanya tiga dari mereka yang masuk dalam skuad final, dengan Audero dan Paes menjadi kandidat utama.
Di lini belakang, Dean James akan bersaing dengan Calvin Verdonk untuk posisi bek kiri, sementara di lini tengah, Joey Pelupessy berpotensi menjadi tandem Thom Haye, meskipun Ivar Jenner juga menjadi opsi.
Di lini depan, absennya Ragnar Oratmangoen karena akumulasi kartu membuka peluang bagi Ole Romeny untuk tampil. Ia bisa mengisi posisi penyerang sayap kiri atau bermain sebagai ujung tombak bersama Rafael Struick.
Dengan strategi yang tepat, Indonesia punya peluang mencuri poin dari Australia. Kemenangan dalam laga ini akan membuka peluang lebih besar bagi Garuda dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026. (*)







