Sungai Penuh – Beban masyarakat Kota Sungai Penuh dua tahun terakhir ini sangat pahit, hal itu diterima Alfin setelah ia turun langsung mendengar keluh kesah warga.
Mulai dari susah mencari pekerjaan, tidak memiliki skill, tidak punya modal, terjerat hutang Bank “47”, itu yang dialami masyarakat. Lain lagi cerita PNS, harus bayar “upeti” jika mau jabatan.
Honorer pun diembat, kisaran lima hingga sepuluh juta di dinas tertentu. PNS dan honorer beresiko, siap tanggung akibat jika tak mendukung Paslon Walikota dan Wakil Walikota itu.
Akumulasi jerit tangis itu membuat masyarakat muak. Alfin hadir menawarkan solusi untuk merubah dari rasa sakit jadi bahagia.
Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh Alfin – Azhar (Al-Azhar) nomor urut 1 tawarkan beberapa program yang menyentuh akar rumput.
“Untuk merubah dari rasa sakit menjadi bahagia ada beberapa program, menghidupkan kembali BLK, menyediakan pendidikan keterampilan las, otomotif, bordir, jahit, salon, sablon,” ujar Alfin ketika blusukan dan kampanye di Desa Koto Baru, Sabtu, (12/10/2024).
Program ditawarkan Paslon urut 1 yang diusung lima partai penguasa, Gerindra, PAN, Nasdem, Hanura dan PKB disambut riang ribuan masyarakat Kota Baru.
“Di Kalimantan saya banyak bertemu dengan masyarakat Kota Baru yang berjualan di sana, keluhannya sama seperti ibu sampaikan tadi soal permodalan. Kita punya program untuk mengatasinya, meningkatkan perekonomian,” ungkap Alfin.
Program unggulan sebut Alfin berupa koperasi, UMKM harus jadi perhatian serius, karena dua sektor ini menyentuh langsung perekonomian masyarakat.
Disamping itu Alfin berjanji akan memberangus yang nama pungli, korupsi, kolusi di Kota Sungai Penuh.
“Jika Al-Azhar diamanahkan menjadi Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh sudah tidak berbayar lagi menjadi kepala dinas, jadi tenaga honorer tidak perlu bayar serta masuk seleksi PPPK tidak dibebani sepersen pun,” ujar Alfin disambut gembira ribuan masyarakat, Al-Azhar Juara, Alfin Walikota .(al)







