Muba  

Kapolsek Viral karena Dugaan Selingkuh dan Telantarkan Keluarga Dicopot dari Jabatan

Tampang perwira polisi yang diduga telantarkan istri dan anak (Foto: Istimewa/FB Vhinanya Joko Vhinanya Joko)
Tampang perwira polisi yang diduga telantarkan istri dan anak (Foto: Istimewa/FB Vhinanya Joko Vhinanya Joko)

Banyuasin, fajarharapan.id – Kapolsek Pangkalan Balai Banyuasin, Iptu Joko Beni Waluyo yang viral karena dituduh menelantarkan istri dan tiga anaknya, dicopot dari jabatannya. Langkah ini diambil untuk mempermudah proses pemeriksaan.

Kapolres Banyuasin, AKBP Ferly Rosa Putra, membenarkan pencopotan tersebut. “Sementara ini sudah saya nonaktifkan Kapolseknya, sementara diganti pelaksana harian (Plh) dari Polres,” katanya, Jumat (28/6/2024).

Saat ini, Iptu Joko sedang menjalani pemeriksaan di Sie Propam Polres Banyuasin untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi. “Kita proses, kita gali fakta-fakta yang sebenarnya seperti apa,” ujar Ferly.

Ferly menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin buru-buru menarik kesimpulan terkait kasus ini. Mereka memerlukan waktu untuk menganalisis dan mengambil keterangan dari kedua belah pihak, yakni EV dan Iptu Joko.

“Belum bisa kita tarik kesimpulan. Laporannya itu baru hari ini ibu (EV) itu, kita akan klarifikasi dulu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polres Banyuasin tengah mengusut kasus dugaan perselingkuhan dan penelantaran yang dilakukan oleh Iptu Joko. Selama tujuh tahun, ia diduga menelantarkan istri dan tiga anaknya. Polisi juga telah memanggil EV, istri sah Joko, untuk mengklarifikasi unggahannya yang viral.

Ferly menjelaskan bahwa pemanggilan EV bertujuan untuk memastikan kebenaran yang disampaikan dalam unggahan tersebut. Jika benar, dugaan penelantaran ini bukanlah kasus sepele, terutama jika sudah berlangsung sejak 2018.

Meskipun belum ada laporan resmi dari EV, pihak kepolisian tetap akan melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta. “Proses pemeriksaan ini berdasarkan curhatan yang viral, belum ada laporan dari istrinya secara resmi. Yang viral yang dia curhat itu dasarnya, jadi kita periksa kebenarannya,” jelas Ferly. (ab)