Tim BPBD Siaga di Desa Semumu, Mengungkap Penyebab Banjir Bandang Akibat Hujan Lebat dan Drainase Tersumbat

Kerinci – Hujan lebat memicu banjir bandang yang merusak Desa Semumu di Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Air meluap dari anak sungai arai, membanjiri rumah-rumah dan mencapai ketinggian pinggang orang dewasa.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (24/04/2024) sekitar pukul 17.15 WIB, di luar perkiraan warga. Biasanya, sungai arai dapat menampung air hujan yang meluap, namun kali ini, debit air yang tinggi dan gorong-gorong tersumbat oleh material dari hulu sungai membuat situasi semakin buruk.

“Sebelum banjir bandang terjadi, pada sekitar pukul 16.50 WIB, debit air sungai arai mulai naik perlahan. Tapi hanya dalam waktu sepuluh menit, tepat pukul 17.00 WIB, air tiba-tiba meluap, menerjang rumah-rumah dan menyumbat gorong-gorong,” ungkap Edy.

Disebutnya lagi, puncak banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Desa Semumu. Meskipun air perlahan surut setelahnya, dampaknya terasa luas, merendam area persawahan hingga ke Desa Kota Payang dan Desa Kota Tuo.

Seorang warga lain Said Husein mengatakan, meskipun kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, namun kali ini diluar dugaan. Dia menyerukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang di masa akan datang.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kerinci, Dedi Andrizal menyebutkan, banjir bandang ini dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan saluran drainase sungai tidak mampu menampung debit air yang tinggi.

“Ketika mendapat laporan tentang banjir bandang, kami segera turun ke lokasi bersama Kepala Bidang tanggap darurat Dinas PUPR Kerinci, Safrida ST, Dandramil, Bhabinkamtibmas, Anggota Daramil, dan AKBP Muhammad Mujib, SH.S.I.K dari Polres Kerinci. Kami langsung meninjau rumah-rumah warga yang terdampak banjir,” tambahnya.

Dedi memastikan Pemerintah Kabupaten Kerinci akan melakukan tindak lanjut dengan memeriksa sumber banjir dan memperbaiki saluran drainase yang rusak atau tersumbat.

“Besok, kami akan melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab banjir selain dari curah hujan tinggi, seperti kerusakan saluran drainase atau faktor lainnya,” jelas Dedi Andrizal. (al)