Jakarta – Kabar gembira bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebab Tunjangan Kinerja (Tukin) mereka dikabarkan akan mengalami kenaikan pada tahun 2024 mendatang.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Azwar Anas, telah mengungkapkan langkah-langkah atau kisi-kisi yang akan diterapkan untuk meningkatkan Tukin PNS di tahun mendatang.
Beberapa strategi yang diusulkan mencakup pengendalian inflasi, penarikan investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan optimalisasi belanja produk dalam negeri.
Dalam konteks ini, Azwar juga menyoroti urgensi digitalisasi sebagai salah satu indikator untuk meningkatkan mutu Reformasi Birokrasi.
Azwar menambahkan bahwa langkah-langkah untuk memajukan reformasi birokrasi dan produk dalam negeri sejalan dengan rencana tersebut. Dengan demikian, di masa depan, masyarakat dan pemerintah dapat berfokus pada peningkatan kualitas dan inovasi, sehingga Indonesia dapat bangga terhadap produk lokal dan sektor pariwisata.
Dalam upaya mendorong ekonomi lokal, Azwar menekankan pentingnya beralih dari belanja produk impor ke produk dalam negeri.
Menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), peralihan belanja sebesar Rp400 triliun dapat berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi sekitar 1,7%, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2 juta orang.
Azwar juga menekankan perlunya implementasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) sebagai dorongan utama bagi perkembangan industri dalam negeri.
Dengan capaian sebanyak 22,9 juta produk dalam ekosistem digital dari target 30 juta pada tahun 2024, diharapkan dapat membantu UMKM memiliki pangsa pasar yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi melalui konsumsi produk lokal.
Meskipun demikian, Azwar menekankan bahwa mencapai rencana tersebut memerlukan komitmen yang kuat. Masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik melalui dukungan terhadap produk lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
“Diperlukan komitmen yang kuat dari kita semua untuk mengurangi belanja produk impor,” tegasnya.(BY)







