Kota Pariaman – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, 1.373 keluarga di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat kembali menerima bantuan pangan berupa beras.
Penyaluran yang dipusatkan di Kantor Desa Sikapak Timur, Jumat (4/9/2026), bukan sekadar agenda distribusi bahan pokok, tetapi menjadi ujian sejauh mana bantuan pemerintah benar-benar mampu menjangkau warga yang membutuhkan.
Pemerintah Kota Pariaman menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan beban ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM).
Bantuan beras diharapkan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan penyaluran, melainkan benar-benar menjadi penyangga kebutuhan pangan warga di tengah mahalnya biaya hidup.
Wali Kota Pariaman menegaskan titik pembagian sengaja didekatkan ke masyarakat agar penerima tidak harus menempuh jarak jauh untuk mengambil bantuan.
“Kami sengaja mendekatkan titik penyaluran di Kantor Desa Sikapak Timur ini agar Bapak dan Ibu penerima tidak perlu jauh-jauh mengambil bantuan,” ujarnya.
Ia berharap proses distribusi berlangsung cepat, tertib, dan manfaatnya segera dirasakan keluarga di rumah.
Namun, besarnya jumlah penerima sekaligus menyisakan pertanyaan penting: seberapa akurat bantuan tersebut menyasar keluarga yang memang paling membutuhkan?
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman, Marlina Sepa, memastikan seluruh data penerima telah melalui proses verifikasi. Delapan desa menjadi sasaran distribusi dengan total 1.373 KPM.
Angka penerima itu tersebar tidak merata. Desa Tungkal Selatan menjadi penerima terbanyak dengan 297 KPM, disusul Cubadak Air Utara 251 KPM, Cubadak Air 246 KPM, Balai Naras 203 KPM, Tungkal Utara 178 KPM, Sikapak Timur 176 KPM, Cubadak Air Selatan 140 KPM, dan Tanjung Saba 82 KPM.
Menurut Marlina, pembagian berdasarkan kelompok desa melalui satu titik sentral dilakukan untuk membuat proses distribusi lebih efisien dan teratur.
Perangkat desa bersama dinas terkait turut mendampingi penyaluran agar bantuan sampai kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penerima.
Distribusi boleh disebut berjalan lancar, tetapi ukuran keberhasilan bantuan bukan semata-mata beras habis terbagi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan tidak ada keluarga rentan yang terlewat dan tidak ada bantuan jatuh kepada mereka yang tidak berhak.
Sebab, bagi warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan pangan bukan sekadar seremoni pemerintah. Melainkan soal apakah dapur mereka tetap mengepul.(mak).







