Pemko Pariaman Kejar SDM Unggul, ITP Buka Jalan Kuliah untuk ASN

Kota Pariaman – Pendidikan tinggi tak boleh berhenti menjadi privilese segelintir orang. Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman kini membuka jalur kolaborasi dengan Institut Teknologi Padang (ITP) untuk memperluas akses pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat.

Penjajakan kerja sama itu dibahas saat Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi menerima audiensi ITP yang dipimpin Wakil Rektor III Firmansyah David di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Selasa (1/9/2026).

Tak sekadar seremoni kerja sama, pembahasan diarahkan pada dua skema yang dinilai strategis, yakni Program Pascasarjana dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Skema tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi ASN maupun tenaga profesional untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa mengabaikan pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki.

Yota Balad menyebut tawaran kolaborasi ITP sejalan dengan program unggulan Pemko Pariaman, Satu Keluarga Satu Sarjana.

Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi berkualitas dapat menjadi mesin pendorong untuk memperluas kesempatan masyarakat dan aparatur pemerintah mendapatkan pendidikan tinggi. “Kami menyambut positif ruang kolaborasi yang ditawarkan ITP,” kata Yota Balad.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengingatkan agar kerja sama tersebut tidak berhenti sebagai dokumen di atas meja.

Ia menekankan pentingnya mekanisme yang jelas, efektif dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat maupun lingkungan pemerintahan.

“Kami berharap program pascasarjana maupun RPL ini dapat segera dirumuskan mekanisme teknisnya,” ujarnya.

Pihak Pemko Pariaman, peningkatan pendidikan ASN bukan sekadar mengejar gelar. Kualifikasi sumber daya manusia yang lebih baik dipandang sebagai modal untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan menjawab tuntutan pembangunan daerah.

Program pendidikan harus diarahkan pada kebutuhan nyata, bukan sekadar formalitas administratif.

Komitmen serupa disampaikan Wakil Rektor III ITP Firmansyah David. Didampingi Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB Herix Sonata serta Ketua Program Studi Teknik Sipil Pascasarjana Leli Honesti, ia menegaskan kesiapan ITP terlibat dalam pembangunan daerah melalui penguatan kompetensi SDM.

Jalur RPL, menurutnya, memberi fleksibilitas bagi aparatur dan tenaga profesional untuk melanjutkan pendidikan dengan mempertimbangkan pengalaman kerja serta kebutuhan pengembangan karier.

Audiensi tersebut menjadi pintu masuk menuju kesepakatan resmi antara Pemko Pariaman dan ITP. Kedua pihak selanjutnya akan menyusun kerangka kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan peningkatan kapasitas aparatur.

Jika benar-benar dijalankan secara konkret, kolaborasi ini bukan hanya soal siapa mendapat kesempatan kuliah, tetapi tentang seberapa serius Pariaman menyiapkan manusia yang mampu menggerakkan daerahnya sendiri.(mak).