Padang Pariaman – Hujan deras yang mengguyur Padang Pariaman sejak Jumat (14/8/2026) sore hingga malam berubah menjadi ancaman serius. Banjir, longsor, pohon tumbang hingga kerusakan infrastruktur menerjang sejumlah wilayah, memaksa warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman mengaktifkan pemantauan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops)
Bupati John Kenedy Azis bersama Pj Sekdakab Hendra Aswara terus mengikuti perkembangan sekaligus menginstruksikan jajaran bergerak cepat ke lokasi terdampak.
Data BPBD Padang Pariaman hingga Jumat pukul 23.25 WIB mencatat sejumlah titik dilanda bencana. Longsor terjadi di Bukit Tabuh Kampung Tanjung, Nagari Kudu Gantiang; Pulau Aie dan badan jalan utama Nagari Sikucue, serta Bukit Caliak, Nagari Campago.
Banjir dan genangan juga menerjang Perumahan Kasai Permai, Bukit Gonggang, Pulau Batam Kampung Dalam dan Korong Bungo Tanjung.
Ancaman bahkan menghantam infrastruktur vital. Tiang penyangga Jembatan Tandikek Kampung Tanjung roboh diterjang banjir, sementara pohon tumbang menimpa rumah warga di Korong Rawang, Nagari Tapakih.
Kondisi tersebut membuat akses dan keselamatan warga menjadi taruhan ketika hujan deras terus mengguyur.
Sejumlah warga terdampak di Salisikan, Kasai Permai, Kampung Galapuang, Bukit Gonggang dan Pulau Batam dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Petugas bersama masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan, dibantu alat berat untuk membuka kembali akses yang terputus. Rambu peringatan juga dipasang di kawasan Jembatan Tandikek Nagari Campago yang tiang penyangganya mengalami kerusakan.
John Kenedy meminta OPD, camat dan wali nagari tidak lengah. Seluruh unsur diminta terus memantau kondisi wilayah dan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk mempercepat penanganan setiap kejadian.
“OPD terkait, camat dan wali nagari agar terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan TNI dan Polri dalam penanganan bencana,” tegasnya.
Peringatan juga diarahkan langsung kepada masyarakat karena cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi dan angin kencang masih berpotensi terjadi.
Warga diminta mengurangi aktivitas dan perjalanan jika cuaca memburuk serta mewaspadai banjir, longsor dan pohon tumbang.
Pada Sabtu (15/8) pagi, John Kenedy Azis bersama Pj Sekda dan sejumlah perangkat daerah dijadwalkan meninjau titik bencana menggunakan sepeda motor melalui program Putar Roda.
Bukan sekadar melihat kerusakan, tetapi memastikan bantuan dan kebutuhan warga terdampak benar-benar sampai di lapangan.(bay).







