Sumut  

3 Rumah Ibadah Dikepung Banjir, Anggota DPRD Tommy Raymen Gandeng Dinas PUPR

Anggota DPRD Labuhanbatu, Tommy Raymen, bersama Dinas PUPR meninjau saluran drainase di Jalan Imam Bonjol Rantauprapat.

Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Hujan deras belum sampai setengah jam, air sudah mulai menggenangi kawasan Jalan Abdul Rahman menuju Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Ahmad Dahlan, Kabupaten Labuhanbatu.

Yang membuat warga semakin resah, genangan tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Tiga rumah ibadah, yakni musala, gereja dan vihara, ikut terdampak banjir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Persoalan banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun itu kini mendapat perhatian Anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi PDI Perjuangan, Tommy Raymen.

Tommy turun langsung ke lokasi, Selasa (11/8/2026), untuk melihat kondisi parit dan saluran drainase yang selama ini dikeluhkan warga. Dalam peninjauan tersebut, ia menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Labuhanbatu.

Tommy meminta persoalan tersebut tidak kembali berhenti pada survei. Ia mendorong agar perbaikan drainase dapat direalisasikan tahun ini.

Warga Jalan Abdul Rahman, Upik, mengungkapkan banjir di kawasan tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, hujan dalam waktu singkat saja sudah cukup membuat air menggenangi lingkungan warga.

“Kalau hujan, belum sampai setengah jam saja sudah banjir. Dari dulu sudah ada yang survei, tapi tidak juga dikerjakan. Mudah-mudahan dengan adanya Pak Tommy dari DPRD ini bisa direalisasikan,” ujar Upik.

Menurut Upik, persoalan tersebut semakin memprihatinkan karena genangan turut mengganggu aktivitas rumah ibadah.

“Ini ibarat kuali, air dari mana-mana kumpulnya, pembuangannya di sini. Sedih kita melihat tergenang air, apalagi ini musala. Sudah tahunanlah,” katanya.

Kepala Lingkungan Ahmad Dahlan, Kelurahan Cendana, Vika, juga membenarkan kawasan tersebut kerap dilanda banjir. Ia menyebut titik genangan terutama berada di sekitar depan kafe dan vihara.

“Saya jadi kepling sudah tiga tahun, di sini selalu banjir. Setiap reses juga selalu disampaikan, tapi sampai sekarang belum direalisasikan,” ungkap Vika.

Ia mengatakan persoalan tersebut telah menjadi keluhan yang berulang dari masyarakat. Warga pun berharap peninjauan yang dilakukan Tommy kali ini benar-benar berujung pada pengerjaan.

“Semua warga selalu bilang kepada saya, kalau memang Pak Tommy mau menyelesaikan masalah banjir, kami sangat bersyukur sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Tommy Raymen mengatakan dirinya turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, persoalan drainase harus dilihat secara menyeluruh karena saluran tersebut menjadi jalur pembuangan air dari sejumlah kawasan.

“Kita tidak ingin setiap hujan masyarakat selalu khawatir, apalagi ada rumah ibadah yang ikut terdampak. Hari ini kita turun bersama Dinas PUPR untuk melihat langsung kondisinya dan mencari solusi,” ujar Tommy.

Ia berharap perbaikan drainase dapat dilakukan tahun ini sehingga persoalan banjir yang telah berlangsung lama tidak kembali menjadi keluhan masyarakat.

“Harapan kita ini jangan hanya berhenti di survei. Kita dorong agar pengerjaannya bisa dilakukan tahun ini, sehingga masyarakat dan rumah ibadah tidak terus terdampak setiap kali hujan deras,” tegasnya.