Sport  

Persib Kena Sanksi FIFA, I.League Yakin Masalah Segera Tuntas

Simak respons I.League soal sanksi FIFA untuk Persib Bandung.
Simak respons I.League soal sanksi FIFA untuk Persib Bandung.

JakartaPersib Bandung kembali menghadapi persoalan administratif setelah masuk dalam daftar FIFA Registration Ban. Meski demikian, I.League menilai sanksi tersebut bukan persoalan yang tidak dapat diselesaikan dan masih terbuka peluang bagi Maung Bandung untuk segera terbebas dari hukuman tersebut.

Presiden Direktur I.League, Ferry Paulus, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen Persib setelah memperoleh informasi mengenai sanksi dari PSSI.

FIFA Registration Ban merupakan hukuman yang membuat klub tidak dapat melakukan pendaftaran pemain baru. Dalam kasus Persib, sanksi tersebut berpotensi berlaku selama tiga periode bursa transfer.

Persoalan yang menjadi dasar hukuman berkaitan dengan sengketa lama antara Persib dan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts, yang muncul pada 2022. Kendati demikian, Persib tidak menjelaskan secara rinci mengenai pokok perkara yang melibatkan kedua pihak tersebut.

Sanksi Masih Bisa Dihapus

Ferry menjelaskan bahwa status hukuman FIFA tidak bersifat permanen. Sanksi dapat dihentikan apabila klub telah memenuhi kewajibannya dan menyelesaikan perkara yang menjadi dasar pemberian hukuman.

“Kami baru mendapatkan informasi dari PSSI kemarin. Kemudian PSSI sudah melayangkan komunikasi kepada kami dan kami menanyakan langsung kepada Persib,” kata Ferry kepada awak media, termasuk di Kantor I.League, Selasa (11/8/2026).

Ia menambahkan, mekanisme pencabutan hukuman dapat dilakukan setelah proses penyelesaian perkara maupun pembayaran kewajiban yang ditetapkan rampung.

“Kalau membicarakan surat tersebut, setelah dilakukan penyelesaian, proses pendaftaran kembali bisa dilakukan. FIFA juga menggarisbawahi setiap sanksi banned yang diberikan selalu dapat dicabut atau dihapus apabila sudah ada proses penyelesaian atau pembayaran,” sambungnya.

Ferry pun tidak melihat persoalan tersebut sebagai ancaman besar bagi Persib. Menurutnya, perkara yang telah berlangsung cukup lama itu berpotensi segera mendapatkan penyelesaian.

“Kalau saya melihat, mungkin kasus ini sudah cukup lama dan kasusnya sebenarnya tidak terlalu besar. Dalam waktu dekat ini pasti akan selesai,” tuturnya.

Sementara itu, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan klub menghormati keputusan yang ditetapkan oleh regulator, termasuk FIFA. Manajemen juga menjadikan penyelesaian persoalan tersebut sebagai salah satu hal yang tengah menjadi perhatian.

“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius,” tulis manajemen Persib.

“Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya,” imbuh pernyataan tersebut.

Persiapan Musim Baru Tak Terganggu

Meski sedang menghadapi persoalan di level regulator, Persib memastikan persiapan menuju kompetisi musim 2026-2027 tetap berlangsung sesuai rencana.

Manajemen menyebut proses administrasi pemain anyar telah dijalankan untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi. Karena itu, klub meminta para pendukung tidak mengkhawatirkan kondisi tersebut.

“Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026-2027 tetap berjalan,” tulis manajemen Persib.

“Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara untuk kasus ini kami sedang mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan,” lanjut keterangan tersebut.

Persib juga menegaskan bahwa persoalan hukum atau administratif tersebut tidak akan menggeser fokus utama klub dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi. Setiap keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan yang objektif serta mengikuti prosedur yang berlaku.

Bukan kali ini saja Persib tercatat dalam daftar FIFA Registration Ban. Pada 29 Mei 2026, klub asal Bandung tersebut juga sempat mendapatkan hukuman serupa.

Ketika itu, persoalan yang menjadi dasar sanksi berkaitan dengan sengketa administrasi bersama mantan pemain Persib, Daisuke Sato. Perkara yang bermula pada 2023 tersebut kemudian diselesaikan klub pada 23 Juli 2026.

Persib sendiri tercatat sebagai juara Liga Indonesia dalam tiga musim secara beruntun. Karena itu, penyelesaian cepat terhadap persoalan administratif tersebut menjadi penting agar tidak menghambat persiapan klub dalam mempertahankan performanya pada musim kompetisi berikutnya.(BY)