Sport  

Jelang MotoGP Inggris, Marc Marquez Bicara Kondisi Lengan Kanannya

Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez.
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez.

Fajarharapan.id – Paruh kedua MotoGP 2026 menjadi ujian tersendiri bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo tersebut masih harus beradaptasi dengan kondisi bahu kanan yang belum sepenuhnya kembali seperti sebelum mengalami cedera.

Cedera itu bermula dari insiden yang dialaminya pada MotoGP Mandalika 2025. Kerusakan pada bahu kanan bahkan sempat berdampak pada saraf di bagian lengan sehingga memengaruhi kondisi fisiknya ketika menjalani kompetisi musim 2026.

Situasi tersebut semakin kompleks setelah Marquez kembali mengalami masalah pada seri Prancis dan harus menjalani operasi. Namun, kondisi itu tidak menghentikan langkahnya. Ia justru mampu menunjukkan performa impresif dengan meraih tiga kemenangan secara beruntun.

Hasil tersebut membuat jarak poinnya dengan pesaing di papan klasemen terpangkas menjadi hanya 18 angka. Meski performanya kembali kompetitif, persoalan fisik masih menjadi pekerjaan rumah bagi pembalap asal Spanyol tersebut.

Menjelang MotoGP Inggris yang berlangsung di Sirkuit Silverstone pada 7-9 Agustus 2026, Marquez mengungkapkan bahwa proses pemulihan setiap bagian otot di lengan kanannya tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama.

Marquez Harus Beradaptasi dengan Kondisi Fisik

Marquez tidak menutupi kenyataan bahwa kondisi lengan kanannya kini berbeda dibandingkan musim lalu. Menurutnya, perubahan tersebut membuat dirinya perlu melakukan penyesuaian ketika mengendarai motor.

“Ya sudahlah, memang begitu adanya,” ujar Marc Marquez mengenai kondisi bahunya, dikutip dari Crash, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa kemampuan lengan kanannya saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisinya pada musim lalu maupun ketika menjalani paruh pertama MotoGP 2026.

“Maksud saya, ini berfungsi dengan cara yang berbeda, berbicara tentang lengan kanan. Ini bukan lengan kanan tahun lalu, ini bukan lengan kanan paruh pertama musim; ini lengan kanan yang berbeda,” tambahnya.

Meski demikian, Marquez tidak ingin terlalu larut memikirkan keterbatasan tersebut. Ia memilih berkonsentrasi pada perkembangan fisik yang ada dan mencari metode terbaik agar tetap bisa tampil maksimal ketika berada di lintasan.

Menurutnya, sejumlah otot telah menunjukkan perkembangan positif, sedangkan bagian lainnya masih membutuhkan proses pemulihan lebih panjang.

“Jadi, saya akan mencoba untuk membiasakannya dan mencoba menemukan 100 persen setiap akhir pekan. Beberapa otot membaik, beberapa otot tidak. Seperti yang saya katakan, saya tidak ingin memikirkan lebih jauh tentang bagaimana kondisinya; lebih memikirkan bahwa itu adalah apa adanya,” tutur Marquez.

Persaingan Gelar Makin Ketat

Selain persoalan kebugaran, Marquez juga harus menghadapi persaingan ketat dalam perebutan gelar juara dunia. Memasuki paruh kedua musim, lima pembalap teratas hanya dipisahkan selisih 25 poin.

Kondisi tersebut membuat setiap balapan menjadi sangat penting. Kesalahan kecil atau kegagalan meraih poin maksimal dapat langsung mengubah posisi di klasemen.

Dengan pengalaman dan performanya, Marquez tetap dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengamankan gelar MotoGP 2026. Namun, ia tidak merasa terbebani dengan status tersebut.

Bagi Marquez, kesempatan meraih gelar juara dunia kelas premier untuk kali kedelapan memiliki arti yang berbeda dibandingkan para pembalap muda yang tengah mengejar titel pertama dalam karier mereka.

Meski tidak menganggap perburuan gelar sebagai tekanan besar, Marquez tetap menyadari bahwa persaingan pada paruh kedua musim bakal berlangsung sengit. Para rival yang mengejar posisi teratas tentu akan mengerahkan kemampuan terbaik mereka hingga seri terakhir.

Karena itu, tantangan Marquez bukan hanya menjaga konsistensi di lintasan, tetapi juga memastikan kondisi fisiknya mampu menunjang performa sepanjang sisa musim.(BY)