Jakarta – Indonesia dan Belarus sepakat meningkatkan hubungan bilateral ke level yang lebih strategis melalui peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko saat kunjungan kenegaraan Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo menilai kunjungan tersebut menjadi bukti semakin eratnya hubungan kedua negara, terutama di tengah kondisi global yang terus mengalami perubahan dan penuh tantangan. Ia juga menyampaikan penghargaan atas kedatangan Presiden Lukashenko ke Indonesia, yang menjadi kunjungan keduanya setelah lebih dari satu dekade.
Menurut Prabowo, Belarus merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia. Hubungan yang telah terjalin selama ini, kata dia, dibangun atas dasar saling menghormati serta memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Dalam pembicaraan bilateral, kedua kepala negara membahas berbagai peluang kerja sama di sejumlah sektor prioritas. Salah satu hasil utama pertemuan tersebut adalah peluncuran peta jalan kerja sama lima tahunan yang akan menjadi pedoman penguatan hubungan Indonesia dan Belarus hingga 2030.
Prabowo menjelaskan, dokumen tersebut menunjukkan keseriusan kedua negara dalam membangun kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan menghasilkan manfaat konkret di berbagai bidang.
Pada sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Belarus sepakat memperluas kolaborasi melalui pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga kerja sama dalam pengadaan alat berat untuk mendukung produktivitas sektor pangan.
Selain itu, kedua negara juga berkomitmen memperkuat hubungan ekonomi melalui pengembangan sektor industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta peningkatan kerja sama di bidang teknologi. Dalam bidang perdagangan, Prabowo turut mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan arus perdagangan kedua negara.
Menutup pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Presiden Lukashenko dan menyatakan kesiapannya untuk melakukan kunjungan balasan ke Belarus pada kesempatan mendatang. Ia berharap seluruh kesepakatan yang telah dicapai dapat segera diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Prabowo optimistis momentum ini akan semakin memperkokoh kemitraan Indonesia dan Belarus sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.(BY)







