Padang Pariaman – Bertahun-tahun masyarakat di sejumlah wilayah Padang Pariaman, Sumatera Barat hidup dengan akses yang memprihatinkan. Sebagian harus memutar jauh, sebagian lagi bertaruh keselamatan melewati jalur yang tak lagi layak.
Di tengah kondisi itu, pembangunan jembatan yang dijanjikan belum juga benar-benar terwujud.
Situasi inilah yang kembali membawa Bupati John Kenedy Azis terbang ke Jakarta demi mengetuk perhatian pemerintah pusat.
Pada hari Jumat (22/5/2026), Bupati John Kenedy Azis mendatangi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk memfollow-up percepatan pembangunan tiga jembatan vital. Jembatan Kayu Gadang, Jembatan Koto Buruak, dan Jembatan Kampung Apar.
Tiga titik itu bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi denyut kehidupan masyarakat yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan dasar pada akses penghubung tersebut.
Di hadapan pejabat Kementerian PU, Bupati John Kenedy Azis membawa satu pesan yang sederhana namun mendesak: masyarakat sudah terlalu lama menunggu.
Ketika pembangunan tersendat, warga di nagari-nagari harus menanggung dampaknya setiap hari. Anak sekolah kesulitan akses, distribusi hasil pertanian terganggu, dan roda ekonomi masyarakat bergerak lambat akibat konektivitas yang belum memadai.
Audiensi itu diterima langsung oleh Erna Wijayanti selaku Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan bersama jajaran pejabat teknis lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak kementerian menyampaikan bahwa usulan pembangunan jembatan dari Padang Pariaman telah masuk dalam agenda pembahasan dan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti.
Namun bagi masyarakat, perhatian saja belum cukup. Yang dibutuhkan adalah kepastian pembangunan benar-benar dimulai. Sebab terlalu banyak harapan yang selama ini berhenti di meja rapat dan proposal.
Sementara di lapangan, warga terus hidup dengan keterbatasan akses yang menghambat aktivitas dan memperlambat pertumbuhan daerah.
“Kami datang membawa harapan masyarakat. Jembatan-jembatan ini sangat dibutuhkan warga untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari,” ujar Bupati John Kenedy Azis.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan terus bergerak mencari dukungan pusat agar pembangunan segera terealisasi.
Dengan nada penuh tekanan, Bupati John Kenedy Azis juga menegaskan dirinya tidak ingin masyarakat terus dipaksa menunggu tanpa kepastian.
Ia memastikan akan terus datang ke kementerian, memperjuangkan setiap peluang yang ada demi menghadirkan pembangunan hingga ke pelosok nagari yang selama ini merasakan ketimpangan infrastruktur.
“Kami akan terus mengetuk pintu pusat demi membawa pembangunan untuk masyarakat Padang Pariaman,” tegasnya.
Pernyataan itu seolah menjadi gambaran keras bahwa perjuangan daerah hari ini bukan hanya membangun jembatan fisik, tetapi juga menjembatani harapan masyarakat yang terlalu lama tertahan oleh lambannya realisasi pembangunan.(r-bay).







