Tatami Jadi Arena Perang Mental, 580 Karateka Sumbar Guncang Pariaman

Kota Pariaman – Sorak penonton menggema di dalam GOR Radjo Bujang, Kelurahan Karan Aur, Kota Pariaman, saat ratusan karateka dari berbagai daerah di Sumatera Barat saling adu ketangkasan dan mental dalam Kejuaraan Karate Fun Walikota Cup 2026, Sabtu (16/5/2026).

Bukan sekadar turnamen biasa, ajang ini menjelma menjadi panggung pembuktian bagi generasi muda yang tengah ditempa menjadi atlet berkarakter dan bermental baja.

Sebanyak 580 peserta dari 27 kontingen turun bertanding dalam kategori pra usia dini, usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior hingga senior.

Mereka datang membawa nama daerah, harapan keluarga, sekaligus mimpi besar untuk menembus level kompetisi yang lebih tinggi.

Tatapan serius para atlet muda di atas matras menjadi gambaran kerasnya persaingan yang berlangsung selama dua hari penuh itu.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan bahwa kejuaraan tersebut bukan hanya agenda olahraga semata, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Pariaman dalam membangun sport tourism sekaligus menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif era digital.

Menurutnya, olahraga menjadi jalan penting untuk mengurangi waktu anak-anak yang terbuang sia-sia di depan layar telepon genggam.

“Anak-anak kita butuh ruang untuk berkembang, bukan hanya sibuk dengan HP. Kegiatan seperti ini adalah kontribusi nyata untuk menekan kenakalan remaja yang makin mengkhawatirkan,” ujar Mulyadi di hadapan peserta dan official yang memenuhi arena pertandingan.

Di tengah sengitnya persaingan, denyut ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak. Lapak-lapak pedagang kecil di sekitar GOR dipenuhi pengunjung.

Kehadiran ratusan atlet, pelatih, hingga keluarga peserta menciptakan efek domino yang terasa langsung bagi pelaku usaha mikro.

Pemerintah Kota Pariaman bahkan mulai menyiapkan pembenahan bertahap fasilitas GOR Radjo Bujang, mulai dari pedestrian hingga ruang representatif bagi penonton dan pedagang.

Ketua Dewan Guru PB Lemkari Sumatera Barat, Firdaus Ilyas, menyebut kejuaraan ini sebagai kawah candradimuka bagi karateka muda Sumbar menjelang agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Ia menilai atlet tidak cukup hanya puas bertanding di daerah masing-masing, tetapi harus terus mengasah mental lewat kompetisi yang kompetitif dan penuh tekanan.

“Di sinilah tempat atlet menguji kemampuan sesungguhnya. Siapkan fisik dan mental, karena rentetan kejuaraan ini akan menentukan kualitas atlet kita di Porda nanti,” tegas Firdaus Ilyas.

Tak hanya memperebutkan Piala Wali Kota Pariaman untuk juara umum, para karateka juga berburu gelar best of the best kategori kadet, junior, dan senior putra-putri serta hadiah tabanas.

Namun lebih dari sekadar trofi, Kejuaraan Karate Fun Walikota Cup 2026 meninggalkan pesan kuat bahwa olahraga bisa menjadi benteng terakhir pembentukan disiplin, sportivitas, dan masa depan generasi muda Sumatera Barat.(mak).