Pasbar  

Rapat Anggota Poktan Elang Laut: Fokus pada Transparansi dan Peremajaan Kebun Sawit

Rapat Anggota Poktan Elang Laut: Fokus pada Transparansi dan Peremajaan Kebun Sawit
Kelompok Tani (Poktan) Elang Laut menyelenggarakan Rapat Anggota pada Minggu (26/4/2026) di Jorong Pisang Hutan, Nagari Padang Harapan, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat.
PASAMAN BARAT, Fajarharapan.id – Bertempat di Jorong Pisang Hutan, Nagari Padang Harapan, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kelompok Tani (Poktan) Elang Laut sukses menyelenggarakan Rapat Anggota pada Minggu (26/4/2026). Forum strategis ini menjadi tonggak penting bagi 220 anggota dalam merumuskan masa depan tata kelola lahan serta memperkuat benteng hukum organisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Poktan Elang Laut, Badan Pengawas, tokoh masyarakat, serta pimpinan KUD Rantau Pasaman selaku induk kelembagaan.

Dalam sambutannya, Ketua Poktan Elang Laut, Martius, menyoroti kondisi riil di lapangan.

“Kami mengundang anggota untuk mengetahui perkembangan terbaru. Saat ini sawit sudah berusia 29 hingga 30 tahun dengan kondisi mulai tidak terawat (bongkor). Seluruh anggota harus aktif berkontribusi langsung ke lapangan dalam pengelolaan lahan, terutama di tengah isu pencurian buah dan pencaplokan lahan yang sedang kita hadapi,” tegasnya.

Badan Pengawas Poktan Elang Laut, Dt. Nasrul, yang juga tokoh masyarakat setempat, menyatakan bahwa dari luas lahan 273 hektar, realisasi produktif saat ini baru mencapai 3-4 blok sehingga kebun tidak lagi menghasilkan secara maksimal.

“Sudah saatnya dilakukan replanting. Kita butuh persatuan untuk menghadapi pihak yang mencoba menguasai lahan yang bukan haknya. Saya berkomitmen untuk tetap bersama anggota guna meningkatkan penghasilan kita kembali,” ujar Dt. Nasrul.

Dukungan serupa disampaikan oleh Ninik Mamak, Winda Kurnia (Panungkek) Dt. Sinaro Mangkuto. Beliau menegaskan komitmen untuk menjaga keberlangsungan pengelolaan lahan oleh anak kemenakan, termasuk bagi anggota yang membeli lahan dari pemilik sebelumnya.

“Kemajuan kelompok hanya bisa dicapai melalui kerja sama, kedisiplinan, dan komitmen kuat dalam pengelolaan lahan kelompok tani,” tambahnya.

Ketua KUD Rantau Pasaman, Gusman Syahril, menegaskan bahwa tanpa kekompakan, tindakan yang merongrong hak anggota tidak akan bisa dilawan.

“Kami terus berkomitmen memperjuangkan hak kepemilikan yang sah melalui proses hukum dan koordinasi dengan pihak terkait. Mengenai replanting, kami tengah mengusahakan pembiayaan semaksimal mungkin melalui mitra perusahaan maupun perbankan,” jelasnya.

Aspek transparansi menjadi poin krusial dalam rapat ini. Pengurus Poktan, Risman, memaparkan secara detail laporan keuangan periode Oktober 2025 hingga Februari 2026, mencakup neraca pendapatan, biaya operasional, hingga kendala keamanan di lapangan. Ia juga mengungkap langkah tegas pengurus yang tengah melakukan gugatan hukum, baik pidana maupun perdata, terhadap pihak-pihak yang mencoba menyerobot lahan melalui surat sporadik. Laporan ini pun diterima secara aklamasi oleh seluruh anggota yang hadir dengan catatan perbaikan tertentu.

Melalui diskusi yang mendalam, rapat secara resmi menelurkan empat keputusan strategis. Pertama, pembentukan 10 kelompok kecil dengan kepengurusan mandiri guna memperketat pengawasan dan membuktikan produktivitas lahan. Kedua, disepakati penghentian sementara pembagian hasil (gajian) mulai Maret 2026 hingga lahan kembali produktif. Ketiga, anggota menyetujui percepatan replanting melalui skema kemitraan atau pembiayaan perbankan. Terakhir, anggota memberikan kuasa penuh kepada pengurus Poktan Elang Laut dan KUD Rantau Pasaman untuk menindak serta mengawal tuntas sengketa lahan di jalur hukum.

Gusman Syahril, dalam pernyataan penutupnya, menekankan bahwa stabilitas internal merupakan syarat mutlak agar nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan mitra dapat segera direalisasikan.

“Anggota harus tetap kompak, memberikan dukungan penuh, serta membuktikan kemampuan kita dalam mengelola lahan secara mandiri tanpa gangguan internal maupun eksternal,” tambahnya.

Rangkaian rapat anggota ini berlangsung kondusif dengan diwarnai pertukaran saran serta kritik konstruktif. Seluruh dinamika forum ini bermuara pada komitmen bersama untuk meningkatkan taraf kesejahteraan anggota Poktan Elang Laut di masa mendatang.***