Guru PAUD Dipuji, Musda HIMPAUDI Pariaman Memanas

Kota Pariaman – Di tengah seremoni pembukaan Musda HIMPAUDI Kota Pariaman, satu pesan tajam mengemuka. Masa depan anak-anak ditentukan hari ini, namun nasib para pendidiknya masih kerap luput dari perhatian. Forum lima tahunan ini pun tak sekadar ajang memilih pengurus, melainkan ruang refleksi yang sarat harapan, dan kritik.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pariaman, Kamis (16/4/2026), Asisten II Setdako Pariaman, Nazifah, membuka kegiatan dengan penegasan bahwa PAUD bukan tahap pelengkap, melainkan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Ia menyoroti bahwa investasi terbaik bangsa justru dimulai dari usia dini, bukan semata di bangku pendidikan tinggi.

Namun, di balik pujian itu terselip tantangan besar. Nazifah mengingatkan para pendidik PAUD Pariaman agar tidak terjebak pada pola lama yang hanya menekankan calistung.

Ia mendorong perubahan pendekatan menuju pembelajaran yang membentuk karakter, kreativitas, dan potensi anak secara utuh.

Pemerintah Kota Pariaman juga menuntut peran aktif HIMPAUDI untuk tidak berjalan sendiri. Sinergi dengan Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan disebut sebagai kunci agar program tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar terasa dampaknya di lapangan.

Suasana semakin menguat ketika Bunda PAUD Kota Pariaman, Ny.Yosneli Balad, menegaskan bahwa Musda ini bukan rutinitas administratif.

Ia menyebutnya sebagai momentum krusial untuk menguji sejauh mana organisasi ini benar-benar memperjuangkan kualitas dan kesejahteraan para guru PAUD.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat keras: guru PAUD adalah garda terdepan pembentukan karakter, tetapi sering berada di garis belakang dalam hal kesejahteraan. Karena itu, sosok pengurus yang terpilih diharapkan bukan hanya simbol, melainkan pemimpin yang mampu memperjuangkan perubahan nyata.

Dengan kehadiran berbagai unsur, mulai dari pengurus provinsi hingga organisasi perempuan dan para pendidik se-Kota Pariaman, Musda ini diharapkan melahirkan arah baru.

Bukan sekadar melanjutkan program lama, tetapi menciptakan lompatan. Menuju generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter, tanpa melupakan kesejahteraan mereka yang membentuknya sejak awal.(mak).