ASN Digembleng ‘Pesantren Virtual’: Revolusi Moral di Birokrasi Pemko Pariaman

Kota Pariaman – Di tengah derasnya tuntutan zaman dan krisis integritas birokrasi yang kerap disorot publik, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat meluncurkan langkah yang disebut sebagai terobosan. Mengubah pola pembinaan aparatur melalui Kick Off Pesantren ASN Virtual.

Program ini sontak memantik perhatian. Karena, membawa nuansa spiritual ke dalam ruang kerja birokrasi modern.

Sebanyak 1.333 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pariaman ambil bagian dalam kegiatan yang digelar secara hybrid, baik luring di Aula Balaikota, Jum’at (5/6/2026) maupun daring dari berbagai perangkat daerah.

Skala besar ini menandai bahwa program tersebut bukan sekadar simbolik. Melainkan dirancang menyentuh seluruh lini aparatur.

Di balik program ini, BKPSDM Kota Pariaman menggandeng Halaqah Silsilah Ilmiyah sebagai mitra pembinaan spiritual. Kegiatan ini dalam upaya membangun ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis. Tetapi juga memiliki fondasi moral dan nilai religius yang kuat.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin.

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan visi “Pariaman Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan” melalui penguatan karakter aparatur.

Program ini digadang-gadang menjadi salah satu unggulan dalam kepemimpinan Balad-Mulyadi, yang menempatkan pembinaan mental dan spiritual ASN sebagai fondasi penting reformasi birokrasi.

Namun di sisi lain, langkah ini juga memunculkan perbincangan publik terkait batas antara profesionalitas kerja dan pendekatan keagamaan dalam institusi pemerintahan.

Dalam sambutannya itu, Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang telah memfasilitasi kerja sama lintas lembaga. Sehingga program Pesantren ASN Virtual ini dapat berjalan.

Ia menilai sinergi tersebut menjadi kunci keberhasilan pembinaan aparatur yang lebih holistik.

Harapannya, program ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter ASN yang berintegritas, disiplin, dan berakhlak kuat.

Sehingga kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dari pelayanan, tetapi juga dari keteladanan moral para aparatur negara.(mak).