Padang – Perum BULOG terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pangan nasional dengan mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras serta distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.
Pemimpin Wilayah (Pinwil) Kanwil Sumatera Barat, R. Dharma Wijaya, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk menghadapi fluktuasi harga beras di sejumlah wilayah. Salah satu langkah utama yang saat ini dijalankan adalah mempercepat distribusi bantuan pangan serta mengoptimalkan penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.
Ia menjelaskan bahwa hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG Kanwil Sumbar mencapai sekitar 4.861.749 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat cukup untuk mendukung kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di seluruh wilayah Indonesia.
Per 4 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai sekitar 26,27 persen. Totalnya mencakup hampir 1.187.140 kilogram beras dan 237.428 liter minyak yang telah diterima oleh 59.357 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari target sebanyak 225.908 PBP. Pemerintah menargetkan seluruh penyaluran bantuan ini dapat selesai pada akhir Juni 2026.
Percepatan distribusi bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat, sekaligus membantu menekan potensi kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Selain itu, BULOG juga terus mengintensifkan penyaluran beras SPHP yang telah mencapai sekitar 3.793 ton. Distribusi dilakukan melalui berbagai jalur resmi, seperti pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Menurut Dharma, beras SPHP merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau. Karena itu, distribusinya akan terus dipercepat dan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.
Pemerintah menilai bahwa kombinasi antara bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP menjadi strategi efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan serta harga di pasar. Dengan stok yang mencukupi dan jaringan distribusi yang luas, ketersediaan beras nasional dipastikan tetap aman.
BULOG juga menegaskan bahwa seluruh cadangan beras pemerintah yang dikelola saat ini dalam kondisi aman dan siap digunakan kapan saja untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena pasokan beras nasional berada dalam kondisi mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional serta seluruh pihak terkait akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.(des*)







