Tradisi Lama Tumbang! Pemenang Tim Takbiran Keliling Terima Hadiah dari Pemko Pariaman

Kota Pariaman – Riuh gema takbir yang dulu terasa datar, kini berubah menjadi ledakan semangat yang mengguncang Kota Pariaman, Sumatera Barat. Di bawah langit malam Idul Fitri 1447 Hijriah dua pekan lalu, festival takbiran yang untuk pertama kalinya digelar pemerintah kota itu menjelma menjadi panggung ekspresi religius yang penuh warna, energi, dan kreativitas.

Keputusan Dewan Juri akhirnya mengunci siapa yang terbaik dalam perhelatan perdana ini. Dari hasil penilaian ketat, para pemenang ditetapkan mulai dari Juara I hingga Juara Favorit, menandai lahirnya tradisi baru yang tak sekadar seremonial, tetapi sarat makna dan daya tarik publik.

Terlihat suasana haru bercampur bangga terasa saat hadiah diserahkan langsung oleh Walikota Yota Balad di Teras Balaikota Pariaman, Selasa (31/3/2026). Ia didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi serta jajaran pejabat penting lainnya. Momen itu menjadi simbol perubahan bahwa takbiran kini bukan lagi rutinitas tanpa ruh.

Yota Balad secara terbuka mengakui bahwa selama ini tradisi takbiran di Pariaman cenderung monoton. Hanya sekadar konvoi kendaraan dengan lantunan takbir sederhana.

“Namun tahun ini, semuanya berubah drastis. Jalanan dipenuhi gema takbir yang hidup, dinamis, dan menyentuh emosi masyarakat,” ucap Yota Balad.

Festival ini diikuti oleh utusan kecamatan melalui KUA masing-masing, dengan minimal dua tim per wilayah.

Setiap tim terdiri dari 5 hingga 7 orang, mayoritas remaja dan dewasa, yang tampil dengan konsep unik dan inovatif. Mereka tidak hanya melantunkan takbir, tetapi juga menghadirkan pertunjukan yang menggugah.

Untuk hasil lomba, Kecamatan Pariaman Selatan keluar sebagai Juara I, disusul Pariaman Utara sebagai Juara II, dan kembali Pariaman Utara di posisi Juara III.

Sementara itu, kategori Harapan diraih oleh Pariaman Timur (I), Pariaman Tengah (II), dan Pariaman Selatan (III).

Di kategori favorit, Pariaman Utara mendominasi posisi pertama, diikuti Pariaman Timur, Pariaman Selatan, dan Pariaman Tengah.

Tak berhenti di sini, Yota Balad memastikan festival ini akan menjadi agenda yang lebih besar di masa depan.

Ia berjanji akan melibatkan lebih banyak elemen, termasuk hafiz Al-Qur’an, masyarakat umum, hingga OPD. Targetnya jelas. Menjadikan takbiran sebagai medium syiar Islam yang kuat, menarik, dan membekas di hati masyarakat.(mak).