Jakarta – Minuman berkarbonasi semakin digemari masyarakat, baik dalam bentuk soda manis maupun sparkling water. Sensasi gelembung yang menyegarkan membuat banyak orang memilihnya sebagai minuman sehari-hari.
Namun, apa dampaknya bagi tubuh jika dikonsumsi setiap hari?
Secara umum, soda merupakan minuman berkarbonasi. Perbedaannya terletak pada kandungan gula dan pemanis. Soda manis biasanya mengandung gula tambahan atau pemanis buatan, sedangkan sparkling water hanya air yang diberi karbon dioksida tanpa tambahan gula.
Beberapa jenis sparkling water, terutama yang mengandung mineral alami, menyediakan kalsium, magnesium, atau natrium. Ada juga varian berperisa rendah kalori yang bisa menjadi alternatif bagi yang ingin sensasi rasa tanpa tambahan gula.
Menurut ahli gizi dari Los Angeles, Laura Hershey, sparkling water dapat menghidrasi tubuh sama efektifnya dengan air putih. Bagi orang yang kesulitan minum air biasa, minuman berkarbonasi ini tetap membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
“Bagi mereka yang sulit minum air, minum soda atau sparkling water untuk mencukupi cairan tetap merupakan langkah positif,” kata Laura, dikutip dari Real Simple.
Meski demikian, manfaat mineral dari sparkling mineral water relatif kecil. Ahli gizi dari New York City, Adiana Castro, menegaskan kandungan mineralnya tidak bisa menggantikan asupan dari makanan.
Mengganti minuman manis atau alkohol dengan sparkling water bisa memberikan efek positif. Jessica Clancy Strawn, ahli gizi dari Houston, menyebutkan hal ini dapat membantu mengurangi kalori, meningkatkan kualitas tidur, dan menstabilkan nafsu makan.
Karbonasi juga bisa menimbulkan rasa kenyang sementara karena membuat lambung sedikit meregang. Efek ini mungkin membantu mengurangi makan berlebihan, tetapi bukan cara utama untuk menurunkan berat badan.
Risiko Minum Soda Manis
Berbeda dengan sparkling water tanpa gula, soda manis mengandung gula tambahan yang jika diminum setiap hari dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, hingga gangguan metabolik jangka panjang. Selain itu, sifat asam dan kadar gula pada soda manis lebih berisiko merusak gigi dibanding sparkling water tanpa gula.
Meskipun keduanya bersifat sedikit asam, konsumsi berlebihan minuman berkarbonasi bisa mengikis enamel gigi. Para ahli menyarankan menggunakan sedotan atau berkumur dengan air putih setelah minum untuk membantu melindungi gigi.
Bagi sebagian orang dengan sistem pencernaan sensitif, karbonasi dapat memicu kembung, gas, atau memperburuk refluks lambung.
Meski banyak sparkling water berlabel nol kalori dan tanpa gula, konsumen tetap perlu membaca label. Beberapa varian berperisa mengandung tambahan jus buah yang meningkatkan karbohidrat, sementara tonic water biasanya memiliki gula tambahan.
Kesimpulannya, sparkling water tanpa gula relatif aman untuk diminum setiap hari dalam jumlah wajar, sementara konsumsi soda manis sebaiknya dibatasi untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.(BY)






