Hakim Pimpin TSR 7 Padang Pariaman Temui Jamaah Surau Kecil Limpato Sungai Sariak Jadi Saksi Silaturrahmi

Padang Pariaman – Langit Kayu Gadang gelap, tetapi Surau Al Mukhlisin justru bercahaya. Di antara saf-saf Tarawih yang rapat dan suara anak-anak yang berlarian kecil di halaman, rombongan Tim Safari Ramadhan (TSR) 7 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat melangkah masuk.

Rombongan TSR 7 itu dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Pariaman, Yulanto Prafifto Utomo, Rabu malam (25/2/2026), kunjungan itu terasa lebih dari sekadar agenda rutin, ia seperti pernyataan bahwa kekuasaan tak boleh jauh dari sajadah rakyatnya.

Di surau sederhana yang masih menyisakan dinding belum rampung itu, harapan warga Nagari Limpato, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, menggantung pada setiap kalimat yang disampaikan.

Atas nama Bupati Padang Pariaman, TSR 7 menyerahkan bantuan Rp15 juta untuk kelanjutan pembangunan serta satu paket Al-Qur’an. Nominalnya mungkin terbatas, tetapi bagi jamaah, itu adalah pengakuan bahwa jerih payah mereka membangun rumah ibadah tak dibiarkan berjalan sendiri.

Safari Ramadhan tahun ini bukan gerakan kecil. Bupati John Kenedy Azis menurunkan 10 tim ke 17 kecamatan. Menyisir nagari, menyentuh mushalla, mengetuk pintu-pintu surau. Tim I dipimpin langsung oleh Bupati, disusul Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, dan OPD. Pesannya tegas. Ramadhan harus menjadi momentum mendekatkan pemerintah dengan denyut nadi masyarakat, bukan sekadar panggung seremoni tahunan.

Namun malam itu, yang terasa bukanlah protokol, melainkan kehangatan. Yulanto duduk bersila bersama jamaah, didampingi Kepala Dinas PPKB Azwarman, Kepala Dinas Perikanan Khairul Nizam, Kabag Administrasi Pembangunan Rafdal Andrianos, serta anggota DPRD Hengki Irawan dan Afredison. Tak ada jarak kaku. Yang ada hanya percakapan, tawa kecil, dan doa yang menyatu dalam sunyi.

Sehari sebelumnya, TSR 7 sudah menyapa jamaah Mushalla Darul Akhirah Rakie di Sungai Garinggiang. Artinya, langkah ini bukan kebetulan semalam. Ini rangkaian. Ini komitmen. Dan di bulan suci, konsistensi sering kali lebih bermakna daripada pidato panjang.

Camat VII Koto Sungai Sariak Zulfikar Saman, Kepala KUA Zamzami, Wali Nagari Limpato Sungai Sariak, serta tokoh masyarakat menyambut rombongan dengan wajah penuh harap.

Di tengah dinamika ekonomi dan tuntutan pembangunan, masyarakat butuh lebih dari sekadar kebijakan di atas kertas. Mereka butuh kehadiran yang nyata, yang bisa disentuh, didengar, dan dirasakan.

“In Shaa Allah, besok kami lanjut ke Mushalla Haqqul Yakin di Balah Hilia, Lubuak Aluang,” ucap Yulianto menutup malam. Kalimat itu menggema sederhana, namun menyimpan makna besar.

Di Padang Pariaman, Safari Ramadhan bukan hanya kunjungan. Ia adalah ujian. Apakah pemerintah benar-benar turun mendengar, atau hanya singgah lalu pergi. Surau Al Mukhlisin malam itu menjadi saksi. Bahwa rakyat selalu ingat siapa yang datang ketika lampu-lampu ibadah menyala dan doa-doa dipanjatkan dalam hening.(bay).