Andre Rosiade Turun Tangan Serahkan Paket Sembako untuk 1.500 Warga Pariaman Meski Bukan Basis Suara

Kota Pariaman – Langit Kota Pariaman, Sumatera Barat terasa lebih teduh, Sabtu (21/2/2026), ketika ratusan warga memadati Balairung Rumah Dinas Wali Kota. Di tengah antrean yang tertib dan wajah-wajah penuh harap, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, berdiri menyerahkan bantuan sembako secara simbolis.

Bersama Wali Kota Pariaman, Yota Balad, ia memastikan 1.500 warga menerima beras, gula, dan minyak. Kebutuhan sederhana yang nilainya terasa begitu besar di tengah tekanan ekonomi.

Tak hanya di Pendopo Rumah Dinas, penyerahan bantuan juga dilakukan di kawasan pesisir yang menjadi kebanggaan warga, Pantai Anas Malik, Kota Pariaman.

Di sana, angin laut berhembus kencang Pantai Pariaman, seakan membawa pesan bahwa kepedulian tak boleh berhenti di ruang-ruang seremonial. Bantuan dibagi di dua titik agar menjangkau lebih banyak warga, menyentuh mereka yang mungkin selama ini hanya bisa berharap dalam diam.

Yang membuat langkah ini terasa berbeda adalah pengakuan Andre sendiri. Ia menegaskan, Kota Pariaman bukanlah daerah pilihannya pada pemilu lalu.

Namun, baginya, amanah sebagai wakil rakyat tak mengenal batas wilayah suara. “Kami hadir bukan hanya saat membutuhkan dukungan, tetapi untuk memastikan kehadiran kami dirasakan manfaatnya,” tegasnya di hadapan warga.

Di sudut tempat pertemuan itu, seorang ibu menggenggam erat kantong sembako yang baru diterimanya. Baginya, beras dan minyak itu bukan sekadar bahan pokok. Itu adalah jaminan bahwa dapur tetap mengepul esok hari.

Situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat bantuan sekecil apa pun terasa berarti. Pemerintah daerah dan legislatif pun diharapkan tak sekadar datang, tetapi konsisten hadir.

Andre menyebut bantuan tersebut sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan. Ia menilai, tanggung jawab moral seorang wakil rakyat tak boleh berhenti pada pidato dan rapat-rapat di gedung parlemen.

Kehadiran langsung di tengah masyarakat adalah bentuk pertanggungjawaban yang nyata, apalagi ketika banyak warga masih bergulat dengan harga kebutuhan pokok.

Wali Kota Yota Balad mengapresiasi langkah tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, menurutnya, sangat penting untuk memastikan masyarakat tak berjalan sendiri menghadapi kesulitan.

Ia berharap bantuan seperti ini menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas demi kesejahteraan warga Kota Pariaman.

Di akhir kegiatan, tepuk tangan menggema, namun yang lebih terasa adalah harapan yang tumbuh pelan-pelan. Bagi 1.500 warga, hari itu bukan sekadar pembagian sembako.

Ia menjadi penanda bahwa di tengah hiruk pikuk politik, masih ada ruang untuk empati, dan bahwa amanah rakyat seharusnya selalu kembali kepada rakyat.(mak).