Kota Pariaman – Kepala Badan Meterologivv Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Prof.Teuku Faisal Fathani didampingi Gubernur Mahyeldi Ansharullah, Walikota Yota Balad dan Wakil Walikota Mulyadi meresmikan fasilitas High Frequency (HF) Radar Array berlokasi di Pantai Anas Malik, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jum’at (3/7/2026).
Dalam sambutannya, Kepala BMKG Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pemasangan HF radar ini bertujuan untuk mendapatkan informasi cepat di bidang kemaritiman. Sekaligus untuk memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat terkait dengan potensi dari bencana tsunami dan lain sebagainya.
“Sumatera Barat memiliki 3 radar yang kita bagi pada tiga titik, pertama C-band radar untuk penerbangan yang berada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kedua, radar maritim di Teluk Bayur tapi terbatas di daerah sekitar pelabuhan. Dan, radar ketiga adalah HF radar dengan jangkauan sampai 150 kilometer yang dipasang di dua lokasi ini,” ujarnya.
Menurut Faisal bahwa HF Radar Array adalah jaringan antena radio yang beroperasi pada pita frekuensi tinggi (3 hingga 30 MHz). Teknologi ini digunakan untuk memantau wilayah laut dan udara yang sangat luas dari jarak jauh secara real-time.
“HF Radar Array ini, tidak seperti radar konvensional yang terbatasi oleh kelengkungan bumi (garis pandang/line-of-sight), gelombang HF mampu merambat melampaui cakrawala.
Ia menuturkan bahwa cara kerja sistemnya adalah radar memancarkan gelombang radio HF ke arah laut. Kemudian, gelombang merambat menggunakan metode Surface Wave (menyusuri permukaan laut) atau Skywave (memantul ke ionosfer bumi untuk jarak ribuan kilometer).
“Untuk pantulan (Scattering), gelombang radio menabrak riak gelombang laut dan memantul kembali ke antena penerima” ungkap Teuku Faisal.
Ia menjelaskan bahwa pergerakan arus laut mengubah frekuensi gelombang yang kembali. Komputer menganalisis pergeseran frekuensi (Doppler shift) ini, untuk menghitung kecepatan arus dan target.
“Di Indonesia, instansi seperti BMKG dan Bakamla RI terus memperluas pemasangan HF Radar di titik strategis. Seperti Selat Bali dan Selat Malaka guna memperkuat keamanan dan navigasi maritim nasional”, jelasnya.
Wali Kota Yota Balad mengatakan bahwa kehadiran HF Radar ini merupakan tonggak penting sekaligus lompatan teknologi yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) di wilayah pesisir barat Sumatera.
“Alat canggih ini memiliki kemampuan mendeteksi dinamika laut secara real-time, memetakan arah dan kecepatan arus permukaan laut secara presisi, serta memantau tinggi gelombang di laut lepas” ungkapnya.
Yota Balad menyebut selain meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir dan para nelayan. Keberadaan radar ini juga dirancang untuk mendukung optimalisasi data operasional pencarian dan penyelamatan (SAR) jika terjadi kecelakaan laut.
Momen peresmian fasilitas ini, sambung Yota Balad, terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman.
Dan sepantasnya, kata Yota Balad bahwa Pemerintah Kota Pariaman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BMKG atas kolaborasi ini. Juga berkomitmen untuk mengintegrasikan data radar tersebut ke dalam kanal informasi publik daerah agar mudah dipahami oleh masyarakat luas dan nelayan setempat.
Yota Balad mengajak mari kita jaga bersama aset negara yang bernilai tinggi ini. Fasilitas fisik dan antena radar yang dibangun di wilayah kita ini adalah milik bersama, yang manfaatnya kembali untuk keselamatan dan kesejahteraan warga kita sendiri.
“Semoga teknologi ini membawa berkah, keselamatan, dan mendorong kebangkitan ekonomi sektor maritim di kota Tabuik kebanggan kita bersama“, ucapnya.
Peresmian HF Radar Array ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Kepala BMKG Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan disaksikan oleh berbagai pihak.(r-mak).







