Padang Pariaman Matangkan Rencana Bangun Miniatur Prosesi Haji Terlengkap

Padang Pariaman – Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bersiap mencetak sejarah baru dalam pelayanan ibadah haji dan umrah. Bukan sekadar wacana, sebuah gagasan besar tengah dirancang.

Agaknya, kawasan sekitar Masjid Raya Padang Pariaman di Parik Malintang akan disulap menjadi miniatur lengkap prosesi ibadah haji dan umrah, menghadirkan pengalaman manasik yang nyaris serupa dengan Tanah Suci.

Gagasan visioner ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Padang Pariaman, Adri Ahmad, usai berkoordinasi dengan Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Rifki, Selasa (6/1/2026). Rencana tersebut kemudian dipaparkan langsung kepada Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis.

Di atas lahan luas dan strategis yang menyatu dengan pusat pemerintahan daerah, akan dibangun miniatur Ka’bah, lintasan Sa’i Safa–Marwa, Padang Arafah, Muzdalifah, tenda Mina, hingga area melontar Jamrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Seluruh rangkaian utama ibadah haji dirancang hadir secara utuh, bukan simbolik.

“Ini bukan sekadar tempat belajar. Jamaah akan merasakan langsung atmosfer manasik, seolah-olah berada di Tanah Suci,” ujar Adri Ahmad kepada awak media ini.

Menurutnya, keberadaan kawasan manasik di jantung pemerintahan Padang Pariaman menjadi nilai strategis tersendiri. Selain mudah dijangkau, lokasi ini diproyeksikan sebagai pusat edukasi haji dan umrah berskala regional.

“Ke depan, jamaah haji dari Padang Pariaman setidaknya, ataupun dari daerah lain di silahkan datang berombongan nanti. Minimal satu hari untuk praktik manasik. Anak-anak sekolah pun bisa belajar sejak dini, tidak hanya lewat teori, tapi pengalaman langsung,” ungkapnya.

Lebih jauh, Adri Ahmad menegaskan bahwa kawasan ini tak hanya berorientasi pada pembinaan ibadah. Miniatur haji tersebut juga dirancang mendukung three sukses haji, khususnya dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah.

“Di sekitar kawasan akan tumbuh pusat perbelanjaan kebutuhan haji dan umrah. Dampaknya nyata: perputaran ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat Padang Pariaman,” kata alumni MTI Canduang, Kabupaten Agam itu.

Nilai strategis kawasan ini kian menguat dengan rencana terealisasinya jalan alternatif Provinsi Sumatera Barat ruas Buayan–Sicincin, yang melintas tepat di depan Kantor Bupati Padang Pariaman. Aksesibilitas terbuka lebar, peluang berkembang makin besar.

Bupati John Kenedy Azis, menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, rencana ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya pelayanan ibadah haji dan umrah.

“Ini gagasan yang sangat baik dan menyentuh langsung kepentingan umat. Pelayanan haji bukan hanya soal keberangkatan, tetapi pembinaan sejak awal. Tentu akan kita bahas secara matang,” tegas Bupati, sebagaimana disampaikan Adri Ahmad.

Jika terealisasi, miniatur haji di Parik Malintang bukan hanya menjadi ikon baru Padang Pariaman. Kawasan ini berpotensi menjelma sebagai pusat manasik haji terpadu di Sumatera nantinya. Memadukan edukasi ibadah, pelayanan umat, dan penggerak ekonomi daerah dalam satu denyut peradaban.(bay).