Padang Pariaman – Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat kian menunjukkan taringnya di bidang kesehatan. Sejumlah capaian spektakuler berhasil diraih, mulai dari turunnya angka kematian ibu hamil hingga penghargaan nasional berturut-turut. Namun di balik itu, masih ada pekerjaan rumah besar: capaian Universal Health Coverage (UHC) yang baru 86,07 persen, jauh dari target nasional 98 persen.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan komitmen itu saat memimpin apel gabungan ASN di Hall Kantor Bupati, Parik Malintang, pada Senin (1/9/2025).
“Transformasi kesehatan di Padang Pariaman bukan sekadar program, tapi misi besar untuk melindungi rakyat. Kesehatan bukan urusan pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama,” tegas John Kenedy Azis.
Capaian yang diraih Padang Pariaman memang bukan main-main. Angka kematian ibu hamil berhasil ditekan, dari 5 kasus pada 2024 turun menjadi 4 kasus hingga Agustus 2025. Rahasianya, 25 Puskesmas sudah dilengkapi USG dan tenaga kesehatan terlatih.
Tidak berhenti di situ, Padang Pariaman juga sukses menyabet dua penghargaan nasional bergengsi sekaligus. Yakni Sertifikat Eliminasi Filariasis (penyakit kaki gajah) dan Sertifikat Kabupaten Bebas Frambusia.
Dari sisi mutu, layanan kesehatan kian perkasa. Ada 13 Puskesmas berakreditasi Paripurna, 9 berstatus Utama, 3 Madya, serta RSUD Padang Pariaman yang juga menyandang akreditasi Paripurna. Kabupaten ini bahkan resmi Open Defecation Free (ODF), dan kini tengah diverifikasi menuju predikat Kabupaten Sehat Swastisaba.
Namun di balik capaian manis itu, bayang-bayang ancaman belum sepenuhnya pergi. Hingga Agustus 2025, tercatat 11 Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah 4 kasus difteri dan 7 pertusis. Kasus tuberkulosis paru dan HIV/AIDS juga menunjukkan tren peningkatan akibat rendahnya kesadaran masyarakat memeriksakan diri.
Lebih parah lagi, program cek kesehatan gratis justru sepi peminat, dengan partisipasi masyarakat tak sampai 10 persen di Padang Pariaman.
Bupati John Kenedy Azis mengingatkan semua pihak agar tidak terlena dengan sederet prestasi.
“Capaian ini patut kita syukuri, tapi tantangan ke depan jauh lebih besar. Tanpa dukungan masyarakat, target kesehatan mustahil tercapai di daerah kita Padang Pariaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan kesehatan masyarakat hanya bisa diwujudkan dengan kolaborasi penuh antara pemerintah, tenaga medis, kader, PKK, hingga dasawisma.
“Padang Pariaman harus sehat, tangguh, dan maju. Kita bisa, jika semua pihak bergerak bersama,” tutupnya.(r-bay).







