Pemko Pariaman Gembleng Calon Paskibraka: Disiplin Harga Mati, Jangan Khianati Merah Putih

Kota Pariaman – Sebanyak 36 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pariaman resmi memasuki masa pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program yang digelar Pemerintah Kota Pariaman melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) itu dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Selasa (4/8/2026).

Di hadapan para peserta, Yota Balad menegaskan bahwa kehormatan menjadi calon Paskibraka bukan sekadar tentang mengibarkan Sang Merah Putih.

Lebih dari itu, mereka memikul tanggung jawab sebagai generasi muda yang akan menjadi teladan, membawa nilai-nilai Pancasila, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Pesan yang paling ditekankan Wali Kota adalah soal disiplin. Menurutnya, keberhasilan tidak pernah lahir dari sikap setengah hati, melainkan dibangun melalui kepatuhan, ketekunan, keteraturan, dan komitmen yang dijaga setiap hari.

“Disiplin adalah kunci dari suatu keberhasilan. Disiplin merupakan sikap yang harus tertanam dalam diri setiap pribadi melalui proses yang membentuk nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban,” tegas Yota Balad.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mematuhi setiap arahan pelatih dan pembina selama masa pendidikan.

Menjaga kesehatan, memperkuat kekompakan, serta memiliki semangat pantang menyerah dinilai menjadi bekal utama untuk membentuk karakter Paskibraka yang tangguh, berjiwa patriotisme, dan mencintai tanah air tanpa kompromi.

Yota Balad mengaku bangga karena seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik yang berhasil lolos melalui proses seleksi yang ketat.

Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari 20 putra dan 16 putri berasal dari 11 SMA dan sederajat di Kota Pariaman.

Menurutnya, keberhasilan mereka bukan hasil keberuntungan ataupun intervensi, melainkan buah dari kemampuan, kerja keras, dan perjuangan yang telah dibuktikan.

Ia pun berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan latihan dengan penuh kesungguhan sehingga mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 secara sempurna.

“Paskibraka bukan hanya simbol dalam upacara kenegaraan, tetapi juga calon pemimpin muda yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi bangsa dan daerah” tegas Yota Balad.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Afdila, menjelaskan Pusdiklat berlangsung selama 20 hari, mulai 30 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Tahap pertama dilaksanakan dengan sistem latihan pulang-pergi selama sembilan hari di Lapangan Balaikota Pariaman.

Selanjutnya, peserta menjalani karantina selama sebelas hari di Hotel Nantongga dengan pusat latihan tetap di Balaikota Pariaman.

Seluruh proses pembinaan didukung tim pelatih dari Kodim 0308 Pariaman, pamong Kesbangpol, Purna Paskibraka Duta Pancasila Kota Pariaman, serta tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman demi memastikan para calon Paskibraka siap menjalankan tugas negara dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.(mak).