Padang  

PLTP Jadi Andalan Sumbar Wujudkan Green Province

Gubernur Sumbar, Mahyeldi
Gubernur Sumbar, Mahyeldi

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan langkah strategis untuk menjadikan daerahnya sebagai provinsi ramah lingkungan pada 2026. Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

“Pembangunan PLTP pada 2026 merupakan bentuk komitmen Sumbar dalam mendukung pengembangan energi hijau,” ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di Padang, Sabtu.

Ia menegaskan, visi menjadikan Sumbar sebagai green province sejalan dengan kebijakan strategis nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

“Selain memperkuat citra Sumbar sebagai provinsi hijau, pemanfaatan energi panas bumi juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian target nasional,” tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai delapan persen pada 2029, dengan energi hijau sebagai salah satu pilar utamanya.

Mahyeldi menyampaikan, pihaknya telah meninjau langsung operasional PLTP Kamojang di Kabupaten Garut, yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Berdasarkan pengamatannya, meskipun berada dekat permukiman, tidak ditemukan dampak negatif terhadap warga.

“Bahkan, masyarakat justru merasakan berbagai manfaat positif. Hal serupa juga saya temui di PLTP Supreme Energy Muara Labuh, di mana tidak ada warga yang dirugikan baik secara sosial maupun ekonomi,” jelasnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemprov Sumbar membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi pengembangan energi bersih. Target investasi hijau dipatok hingga Rp120 triliun pada 2029.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Sumbar dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang berwawasan lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar periode 2025–2030 bertajuk *“Gerak Cepat Sumbar Sejahtera”*.(des*)