UNP Kepung Padang Pariaman! Rp1,3 Miliar Diguyur 63 Program Pengabdian Digelar Serentak

Padang Pariaman – Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat jadi markas besar pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) tahun 2025. Sebanyak 63 program pengabdian masyarakat langsung digeber di berbagai titik, menjadikan Padang Pariaman sebagai lokasi pengabdian terbanyak se-Sumatera Barat.

Program bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Karan Aur, Kota Pariaman, Kamis (31/7/2025). Acara berlangsung meriah dihadiri Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Sekda Rudy Repenaldi Rilis, jajaran kepala OPD, serta Staf Ahli Wali Kota Pariaman. Dari UNP hadir langsung sang Rektor Ir. Krismadinata, Ph.D, tokoh akademik nasional Prof. Ganefri, dan jajaran petinggi kampus.

“Kami bangga Padang Pariaman jadi tuan rumah pengabdian terbanyak UNP di Sumbar. Ini kehormatan besar” tegas Bupati John Kenedy Azis dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tak melulu soal beton dan bangunan, tapi juga tentang penguatan SDM, kecerdasan sosial, dan pemberdayaan komunitas.

“Program pengabdian seperti ini adalah fondasi peradaban. Inilah yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat,” ucap Bupati Padang Pariaman lantang yang pernah dua periode di DPR RI tersebut.

Sementara itu, Rektor UNP mengungkapkan bahwa nilai total program yang digelontorkan ke Padang Pariaman tembus Rp1,3 miliar.

Dana itu disebar untuk mendanai puluhan kegiatan nyata yang menyentuh sektor pendidikan, sosial, ekonomi, hingga digitalisasi desa.

“Padang Pariaman adalah mitra strategis kami. Dukungan pemkab sangat luar biasa. Ini bentuk konkret kontribusi UNP untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Krismadinata.

Tak berhenti di situ, UNP juga mengumumkan bahwa pihaknya sedang memfinalisasi rencana pembangunan kampus baru di kawasan Tarok City. Rektor menyebut, Tarok City akan menjadi kiblat baru pendidikan dan riset unggulan di pesisir barat Indonesia.

Kepala LPPM UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, menambahkan, dari total 70 kegiatan pengabdian UNP di Sumatera Barat, 63 di antaranya terkonsentrasi di Padang Pariaman. Sisanya hanya 11 di Kota Pariaman.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bentuk keberpihakan akademik kepada daerah yang punya semangat maju,” tegas Prof. Anton.

Dengan dimulainya gelombang pengabdian ini, sinergi antara kampus dan pemerintah daerah semakin mengakar kuat. Akademisi turun langsung ke lapangan, membaur dengan masyarakat, membawa ilmu, teknologi, dan solusi nyata.

Padang Pariaman tak lagi jadi objek, tapi kini berdiri sebagai pusat aksi kolaboratif dan episentrum pengabdian terbesar di Sumatera Barat.(r-bay).