Kota Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat mengirim 32 anak dari keluarga rentan untuk mengikuti pelatihan keterampilan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Harapan, Padang Panjang.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas DP3AKB, Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman, serta Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Delima Pariaman.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di Lobby Balaikota Pariaman, pada Selasa (1/7/2025), didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, Kapolres, Dandim 0308, dan sejumlah pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Yota Balad meminta para peserta memanfaatkan pelatihan selama enam bulan tersebut sebagai langkah awal untuk mengubah masa depan.
“Setiap orang punya kesulitan, tapi jangan jadikan alasan untuk menyerah. Jadikan pelatihan ini batu loncatan untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Yota.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik keluarga dan daerah. “Tunjukkan bahwa kita juga bisa sukses. Bahkan lebih dari mereka yang dulu pernah meremehkan,” tegasnya.
Peserta pelatihan terdiri dari 21 anak asal Kota Pariaman dan 11 anak dari Kabupaten Padang Pariaman. Mereka akan dibekali berbagai keterampilan sesuai minat dan bakat, mulai dari menjahit, tata boga, hingga bordir.
Plt.Kepala DP3AKB Yulia mengatakan bahwa seluruh peserta berasal dari keluarga kurang mampu dan rentan secara sosial. “Satu anak, satu keterampilan. Mereka akan dilatih sesuai jurusan yang dipilih,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Alyendra menambahkan, setelah lulus, peserta akan mendapatkan pelatihan lanjutan dan dukungan usaha untuk membangun kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Ketua RPSA Delima, Fatmiyeti Kahar alias Teta Sabar, berharap pelatihan ini mampu mencegah anak-anak dari potensi kejahatan dan kekerasan. “Ketahanan keluarga dimulai dari kemandirian ekonomi. Semoga mereka pulang sebagai pribadi yang tangguh dan produktif,” ungkapnya.(r-mak).







