Kota Pariaman – Derap pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana mulai terlihat nyata di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Pemerintah pusat melalui Direktorat Sekolah Dasar (SD) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia turun langsung meninjau progres revitalisasi 28 Sekolah.
Peninjauan dari Direktorat SD Kemendikdasmen itu ke SD yang mendapat bantuan pemulihan pascabencana itu, memastikan ruang belajar anak-anak tidak lagi dibayangi kerusakan dan ketidakpastian.
Kunjungan yang dipimpin Staf Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Wahyu Pramusinto, diawali dengan pertemuan bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad di kawasan GOR St. Rajo Bujang, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan yang masuk dalam agenda prioritas nasional.
Di tengah proses pembangunan yang terus berjalan, kabar menggembirakan datang dari hasil peninjauan lapangan. Dari 28 sekolah yang direvitalisasi menggunakan anggaran APBN 2026, sebagian besar menunjukkan progres yang menggembirakan.
Bahkan beberapa di antaranya telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan siap digunakan kembali oleh siswa pada tahun ajaran baru mendatang.
“Hari ini kita melihat langsung progres revitalisasi 28 sekolah di Kota Pariaman. Alhamdulillah, perkembangannya sangat baik, bahkan ada yang tinggal finishing. Untuk tahun ajaran baru nanti sekolah-sekolah ini sudah bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Wahyu Pramusinto usai melakukan peninjauan.
Bagi Pemerintah Kota Pariaman, pembangunan kembali sekolah bukan sekadar memperbaiki tembok yang retak atau atap yang rusak.
Revitalisasi ini dipandang sebagai investasi besar untuk masa depan generasi muda. Walikota Yota Balad menegaskan bahwa kualitas pendidikan harus dibangun dari lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak sehingga anak-anak dapat berkembang secara optimal.
Menurut Yota, perhatian yang diberikan pemerintah pusat menjadi suntikan semangat bagi daerah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Ia menegaskan komitmen Pemko Pariaman untuk mengawal seluruh proses revitalisasi agar berjalan tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik yang selama ini terdampak bencana hidrometeorologi.
Namun di balik capaian tersebut, masih tersisa pekerjaan rumah yang belum tuntas. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya mengusulkan perbaikan terhadap 48 sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Dari jumlah itu, baru 28 sekolah yang memperoleh persetujuan bantuan pada tahun 2026. Harapan pun kini tertuju pada dukungan lanjutan pemerintah pusat agar seluruh sekolah terdampak dapat segera dipulihkan dan menghadirkan wajah baru pendidikan yang lebih kuat pascabencana.(mak).







