Kota Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman resmi meluncurkan Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Petugas Keagamaan dan Lembaga Adat, pada Kamis (24/4/2025). Program ini merupakan salah satu gebrakan 100 hari kerja pasangan Wali Kota Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi (Balad-Mulyadi).
Diluncurkan di Aula Balaikota Pariaman, program jaminan sosial ketenagakerjaan ini menyasar para pelaku sosial keagamaan dan adat yang selama ini belum tersentuh oleh skema perlindungan sosial formal.
“Petugas keagamaan dan lembaga adat adalah penjaga nilai budaya dan spiritual masyarakat. Sudah saatnya kita hadir memberi perlindungan nyata bagi mereka masalah jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegas Wali Kota Yota Balad.
Program jaminan sosial ketenagakerjaan ini akan diawali dengan 1.051 penerima manfaat dan ditargetkan menyasar 5.000 orang di seluruh Kota Pariaman. Perlindungan yang diberikan mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), dan ke depan akan diperluas.
Yota juga mengucapkan terima kasih atas dukungan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung visi Balad-Mulyadi hingga 2030. Selain program jaminan sosial ketenagakerjaan ini, sejumlah inisiatif lain turut digeber, mulai dari Bimbel Gratis, SAGA SAJA Plus, hingga program beasiswa luar negeri dan seragam gratis bagi siswa kelas 1 SD.
Kepala Dinas DPMPTSP dan Tenaga Kerja, Gusniyetti Zaunit, menekankan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan ini adalah bagian dari komitmen Pemko Pariaman dalam menjamin tidak ada warga yang tertinggal, khususnya mereka yang bekerja di sektor nonformal dengan dedikasi tinggi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, Husaini, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan Undang-Undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan menjadi bentuk nyata negara hadir melindungi seluruh pekerja, baik formal maupun informal.
Acara peluncuran ditutup dengan penyerahan simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, santunan JKM, beasiswa, dan Jaminan Hari Tua. Hadir dalam acara ini berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan tamu undangan.
Dengan peluncuran ini, Kota Pariaman menegaskan komitmennya menjadi kota inklusif yang peduli pada kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.(d/mak).







