Payakumbuh, fajarharapan.id – Medi Santoso, A.Md kembali terpilih menjadi Ketua Umum Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Lima Puluh Kota priode 2023 s/d 2027 secara aklamasi melalui Musyawarah Olahraga Wushu Indonesia Kabupaten (Musorkab) Lima Puluh Kota, bertempat di Ruang VIP Agam Jua Cafe Payakumbuh, Minggu (4/6/2023).
Musorkab WI Limapuluh Kota yang diadakan itu, atas bentuk kehormatan yang diberikan Pengurus Provinsi WI Sumatera mempercayakan kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Limapuluh Kota Wirianto Dt. Panduko Baso Marajo untuk membuka secara resmi pelaksanaan Musorkab olahraga yang berasal dan lahir dari Tionghoa, China.
Ketua KONI Lima Puluh Kota Wirianto Dt. Panduko Baso Marajo dalam sambutannya mengakui managemen kepengurusan Wushu Kabupaten Lima Puluh Kota saat ini merupakan cabang olahraga (cabor) terbaik dan bagus dalam menjalankan administrasi kepengurusan. Buktinya, Cabor yang paling meriah mengadakan musyawarah / Musorkab pemilihan Ketua Umum di Kabupaten Limapuluh Kota adalah Wushu.
“Pada cabor cabor lainnya, musyawarah dilaksanakan dengan apa adanya. Bahkan, ada hanya main tunjuk saja kepengurusannya denagan arti kata tanpa dilakukan musyawarah sama sekali. Keberadan cabor Wushu di Kabupaten lima dari segi prestasi, cabor Wushu telah mampu dan banyak mengharumkan Kabupaten Lima Puluh Kota diantaranya adalah melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2012.Alet Wushu berhasil mendulang 9 emas, 3 perak dam 4 perunggu”, kata Ketua KONI Kabupaten Lima Puluh Kota yang juga tokoh adat itu.
Sementara itu, sebelum dilakukan pembukaan Musorkab oleh Ketua KONI Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua Umum Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Sumatera Barat menugaskan Wakil Ketua Umum II Desembri, SH, MA dan Wakil Ketum I Yuliarti Dewi menyampaikan permintaan maaf dari Ketua Umum Pengprov Wushu Sumbar Bapak Kompol Yanisman, SH tidak bisa hadir. Karena, ada tugas lain dari institusinya.
Selanjutnya Desembri berharap kepada Ketua Umum PengKab Wushu terpilih, untuk memanfaatkan media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, twitter dalam menjalankan program dari kepengurusan. Berbagai informasi bisa didapatkan dari medsos.
Medsos bisa mempengaruhi masyarakat, sehingga bisa mewujudkan keberhasilan. Bahkan medsos merupakan senjata yang super hebat dapat mengantarkan menuju kesuksesan. Namun sebaliknya, medsos juga dapat menghancurkan. Karena senjata memakan tuannya sendiri.
“Harapan berikutnya dari Pengprov WI Sumatera Barat, hendaknya Ketua Umum terpilih dapat bekerjasama dengan kepengurusan lainnya. Mari kita cetak, pelatih dan wasit dari masing masing sasana. Kedepan, dengan keberhasilan Wushu meraup medali. Suatu saat Wushu banyak diminati masyarakat. Akhirnya, tanpa adanya pelatih baru tentu yang ada saat ini kewalahan”, kata Desembri.
“Program berikutnya, adalah bagaimana semaksimal mungkin untuk mengorbitkan juri – juri dari Luak Limo Puluah ini dalam berbagai perlombaan. Juri, dapat menambah semangat dan percaya diri dari atlit yang jurinya dikenal oleh atlit itu sendiri. Mental atlit juga bertambah jika jurinya dari daerah dari atlit itu sendiri”, tambah Desembri yang juga aktif sebagai pengacara itu.
Terpilihnya Medi Santoso sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Wushu Kabupaten Lima Puluh Kota, karena masing – masing sasana hanya mengajukan satu orang nama kepada Panitia Penjaringan Calon Ketua Umum. Dengan hanya muncul nya satu nama atau calon tunggal, sehingga tidak dilakukan pemilihan. Tetapi, hanya kesepakatan menetapkan kembali Medi Santoso sebagai Calon Ketua Umum Pengkab,. Lima Puluh Kota untuk priode 2023 – 2027.
Disamping menetapkan Calon Ketua Umum. Sesuai Tata Tertib, peserta Musorkab juga menetapkan Zikriman Zainal, SH dan Audi Murvi sebagai anggota dari Tim Formatur. Nantinya, Ketua Umum terpilih bersama Tim Formatur dalam waktu tidak terlalu lama mengadakan rapat untuk pembentukan kepengurusan, serta selanjutnya akan ditetapkan sebagai Pengurus dan dikirimkan ke PengProv. Kemudian diterbitkan Surat Keputusannya. (Zik)







