Ratusan KK Terisolasi, Longsor dan Tanah Ambles Putus Akses di Situjuah Limo Nagari

Jalan tergerus longsor mirip sinkhole terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota.
Jalan tergerus longsor mirip sinkhole terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota.

Limapuluh KotaHujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah ini sejak Selasa sore hingga Rabu (13/5/2026) dini hari memicu terjadinya bencana tanah longsor dan tanah ambles.

Peristiwa tersebut melanda kawasan Situjuah Limo Nagari dan menyebabkan ratusan kepala keluarga terisolasi karena akses utama tertutup material longsor.

Curah hujan yang terus-menerus membuat satu-satunya jalur penghubung menuju nagari tersebut tertimbun tanah dan reruntuhan. Tidak hanya itu, sebagian badan jalan juga mengalami penurunan tanah yang cukup parah hingga membentuk lubang besar menyerupai sinkhole.

Dari hasil pemantauan di lokasi, lubang akibat tanah ambles tersebut memiliki ukuran yang cukup besar, dengan diameter sekitar lima meter dan kedalaman diperkirakan mencapai tujuh meter. Kondisi ini membuat akses kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas.

Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi, menyampaikan bahwa sedikitnya 600 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 warga kini terputus dari akses luar. Kondisi tersebut berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, termasuk terhentinya kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah setempat.

“Seluruh aktivitas warga terganggu. Perekonomian juga hampir lumpuh karena jalan ini merupakan satu-satunya akses utama,” ujarnya.

Menanggapi situasi darurat tersebut, warga bersama petugas dari BPBD Limapuluh Kota serta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Mereka bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian juga telah memasang garis pengaman di sekitar area sinkhole agar warga tidak mendekat ke lokasi yang berbahaya. Pemerintah daerah diharapkan segera mengerahkan alat berat guna membuka kembali akses jalan dan memulihkan mobilitas masyarakat.(des*)