Pemko Pariaman Terapkan Enam Program Smart City Berbasis Kota Wisata Berbudaya Dagang Jasa dan Religius

Kota Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman Expose Smart City yang berbasis Kota Wisata, Perdagangan, Jasa, yang Religius dan Berbudaya. Bahkan, telah melaksanakan 6 program dimensi Smart City tersebut.

Kepala Bappeda Hendri, didampingi Sekretaris Kominfo Riky Falantino, dan staf Bappeda Iqbal itu mengekspose “Evaluasi Smart City Pemko Pariaman” dalam Forum Smart City Tingkat Nasional berlangsung di Beach Hotel, Denpasar, Provinsi Bali, Selasa (25/6/2024).

“Kegiatan ini membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan implementasi program kota cerdas (smart city). Dan, sekaligus pameran teknologi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan smart city. Hal ini telah kita lakukan di Kota Pariaman,” ujar Hendri.

Ia jelaskan, Kota Pariaman telah melewati tahap pertama tahun 2024 dengan Evaluasi Gerakan 100 Smart City.

“Evaluasi Smart City tahun 2024 ini, Kota Pariaman dalam program Smart City yang telah diterapkan selama ini adalah Smart Governance, Smart Living, Smart Branding, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Economy” terangnya.

Hendri menyebutkan, evaluasi dan assesment dilakukan beberapa asesor. Yakni dari akademisi, praktisi, serta unsur Kemenkominfo RI.

Kota Pariaman, sambung Hendri, juga telah menjalankan program-program Smart City. Kesemuanya terdiri dari 6 (enam) dimensi yang telah diprogramkan tersebut.

“Sedangkan Visi Smart City Kota Pariaman 2023 – 2032 adalah Mewujudkan Integrated Tourism Kota Pesisir Yang Maju, Religius, Tertib dan Berbudaya Terbaik di Sumatra (Smart Branding), Mewujudkan Kehidupan Masyarakat Yang Cerdas, Berkualitas dan Berbudaya (Smart Society), serta Mewujudkan Pemerintahan Yang Prima Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik berbasiskan Smart City (Smart Governance)” jelasnya.

Lebih lanjut Hendri mengemukakan, Visi lainya Mewujudkan Kota Pesisir Modern, Dinamis dan Berwawasan Lingkungan Hidup serta Mitigasi Bencana (Smart Living dan Smart Environment), dan Memperkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Kreatif Yang Berbasis Lokal (Smart Economy).

Sedangkan, Sekretaris Dinas Kominfo Riky Falantino, menyebutkan Smart City tidak hanya digitalisasi saja. Juga menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik yang efektif, efisien serta inovasi yang dapat mempermudah masyarakat

“Sesuai dengan tajuk Forum Smart City Tahun 2024, Transformasi Digital dan Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas Melalui Pembangunan Kota dan Kabupaten Cerdas. Dan, kita di Kominfo Kota Pariaman akan selalu mendukung dan mewujudkannya,” tuturnya.

Riky menambahkan Forum Smart City sendiri, merupakan wadah atau ruang gerak yang membahas sejumlah potensi. Dan, penerapan teknologi terbarukan dalam pengembangan program kota cerdas (smart city) maupun provinsi cerdas (smart province).

Expose Smart City Pemko Pariaman itu dalam rangkaian kegiatan Forum Smart City Tahun 2024 yang dibuka PJ Gubernur Bali diwakili Asisten Administrasi Umum Setda, Dewa Putu Sunartha di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Senin (24/6/2024).

Kegiatan Forum Smart City Tahun 2024 yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berlangsung selama 4 (empat) hari, pada tanggal 24 s.d 27 Juni 2024 ini, diikuti sebanyak 241 Kabupaten/Kota. Tidak hanya melibatkan Diskominfo se- Indonesia, juga OPD yang ditunjuk sebagai pelaksana urusan Smart City.(mc/ssc)