Penjualan Mobil LCGC Anjlok 11 Persen, Ini Penyebabnya

Penjualan Mobil LCGC Anjlok hingga 11 Persen, Astra Beberkan Penyebabnya.
Penjualan Mobil LCGC Anjlok hingga 11 Persen, Astra Beberkan Penyebabnya.

Jakarta – Pasar mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) mengalami tekanan sepanjang Januari hingga September 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil dari pabrik ke diler (wholesales) di segmen tersebut hanya mencapai 83.997 unit.

Angka itu menunjukkan penurunan sekitar 11 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Padahal, sejak pertama kali diperkenalkan pada 2013, kendaraan LCGC sempat menjadi pilihan favorit masyarakat, terutama konsumen yang membutuhkan mobil pribadi dengan harga relatif terjangkau.

Namun, persaingan industri otomotif yang semakin ketat mulai mengubah peta pasar. Kehadiran sejumlah merek asal China dengan produk kendaraan listrik yang ditawarkan pada rentang harga kompetitif turut memberikan alternatif baru bagi calon pembeli.

Selain persaingan produk, perubahan preferensi masyarakat juga dinilai memengaruhi permintaan terhadap mobil LCGC.

Co-Project Director Astra Auto Fest 2026 yang juga menjabat Chief Marketing & Sales Officer Astra Credit Companies (ACC), Tan Chian Hok, menilai pelemahan penjualan tersebut lebih berkaitan dengan perubahan perilaku konsumen dibandingkan persoalan akses pembiayaan.

Ia melihat sebagian pembeli kemungkinan mulai meninggalkan segmen mobil murah dan beralih ke kendaraan dengan kelas yang lebih tinggi.

Menurut Tan, perubahan komposisi pasar otomotif secara otomatis turut memengaruhi aktivitas perusahaan pembiayaan. Meski demikian, ACC memastikan tidak melakukan perubahan kebijakan penilaian kredit khusus untuk konsumen LCGC.

Ia menegaskan standar underwriting atau proses evaluasi kelayakan pembiayaan kendaraan di segmen tersebut masih diberlakukan seperti sebelumnya.

Tan juga membantah anggapan bahwa perusahaan semakin memperketat persyaratan kredit kendaraan. Sebaliknya, ACC berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan Astra Auto Fest.
Astra Auto Fest 2026 Sasar Peningkatan Transaksi
Sebagai bagian dari upaya mendorong penjualan kendaraan, Astra kembali menggelar Astra Auto Fest 2026. Pameran otomotif tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 13–15 November 2026, di Astra Biz Center, BSD, Tangerang.

Kegiatan ini akan melibatkan sejumlah perusahaan dan merek kendaraan yang berada dalam ekosistem Grup Astra. Beberapa merek yang dipastikan berpartisipasi antara lain Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW Astra, UD Trucks, serta Astra Motor.

Pameran tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi, memilih kendaraan, sekaligus memanfaatkan berbagai fasilitas pembelian dan pembiayaan yang disediakan.

Project Director Astra Auto Fest 2026 sekaligus Chief Marketing Auto2000, Yagimin, mengatakan pihak penyelenggara memasang target transaksi setidaknya mampu menyamai pencapaian tahun sebelumnya.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11/2026), Yagimin menyebutkan Astra Auto Fest pada penyelenggaraan sebelumnya berhasil mencatat sekitar 11 ribu transaksi.

Capaian tersebut menjadi acuan dalam menentukan sasaran kegiatan tahun ini. Pihaknya berharap antusiasme pengunjung dan calon pembeli tetap tinggi sehingga hasil penyelenggaraan 2026 dapat mempertahankan performa tahun lalu.

Melalui kegiatan ini, Astra juga ingin memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen untuk memperoleh kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Di tengah melemahnya penjualan LCGC, perubahan selera masyarakat dan persaingan produk otomotif menjadi tantangan tersendiri bagi industri kendaraan nasional. Karena itu, kemudahan pembiayaan serta penawaran produk yang semakin beragam diharapkan dapat menjaga minat masyarakat terhadap pasar otomotif.(YU)

Editor: Edwardi