Ketua Umum PDBI Sumbar Siapkan Atlet Tancap Gas ke Kejurnas

Pariaman – Kepengurusan baru Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Sumatera Barat periode 2026–2030 langsung menghadapi tantangan. Mengejar prestasi nasional di tengah keterbatasan anggaran. Dipimpin Yota Balad, Pengurus Provinsi (Pengprov) PDBI Sumbar kini berpacu menyiapkan atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Satuan Kecil PDBI di Bandung, Jawa Barat.

Berbekal Surat Keputusan Pengurus Besar (PB) PDBI Nomor 21 Tahun 2026, kepengurusan baru tak punya banyak waktu untuk beradaptasi. Rapat konsolidasi perdana langsung digelar di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Rabu (28/10/2026), dengan fokus pada persiapan menghadapi agenda nasional tersebut.

Ambisi tampil di tingkat nasional berhadapan dengan persoalan klasik. Keterbatasan keuangan. Yota Balad secara terbuka mengakui kondisi tersebut, tetapi menegaskan bahwa kendala anggaran tidak boleh mematikan semangat organisasi.

Pesannya jelas dan lugas. PDBI Sumbar harus tetap hadir dan mengambil bagian dalam persaingan nasional.

“Walaupun dengan kondisi keuangan yang terbatas, kita harus tetap optimis. Bagaimana pun caranya, kita harus tunjukkan bahwa PDBI Sumbar hadir, siap, dan ikut ambil bagian untuk membesarkan drum band di tingkat nasional,” tegas Yota Balad.

Di tengah tantangan itu, pekerjaan mendesak menumpuk. Pengurus menargetkan pelantikan atau pengukuhan sebelum 6 November, sekaligus menyiapkan pembentukan tim seleksi atlet dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Waktu yang terbatas menuntut proses konsolidasi dan penjaringan atlet berjalan cepat, terarah, serta terukur.

Pernyataan optimistis kini harus dibuktikan melalui langkah konkret. Kesiapan atlet, efektivitas seleksi, soliditas pengurus, dan dukungan pembiayaan akan menjadi faktor penentu. Tanpa persiapan yang matang, tekad untuk tampil di Kejurnas berisiko berhenti sebagai slogan.

Kini, tantangan PDBI Sumbar bukan sekadar berangkat ke Bandung, melainkan membuktikan bahwa keterbatasan anggaran tak otomatis membatasi prestasi.

Di bawah kepemimpinan Yota Balad, publik menanti apakah konsolidasi cepat ini mampu melahirkan tim yang kompetitif atau justru terbentur persoalan klasik pendanaan olahraga.(mak)