Kota Pariaman – Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan hidup, sebuah becak motor menjadi harapan baru bagi Afrizal (66), warga Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah.
Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pariaman menyalurkan kendaraan tersebut sebagai modal usaha untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga, Senin (26/10/2026).
Bantuan itu diserahkan secara simbolis Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi, didampingi pimpinan BAZNAS Kota Pariaman, di halaman Balai Kota Pariaman.
Kendaraan operasional tersebut diharapkan menjadi sarana produktif bagi warga yang membutuhkan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Wali Kota Yota Balad menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen membantu masyarakat kurang mampu agar dapat meningkatkan taraf hidup secara mandiri.
Menurutnya, dukungan berupa sarana usaha menjadi salah satu upaya mendorong produktivitas sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga.
Yota Balad berharap becak motor tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang aktivitas ekonomi penerima manfaat.
Ia juga mengingatkan agar kendaraan dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan hasil nyata bagi kehidupan keluarga.
Afrizal yang menerima bantuan itu memiliki arti besar dalam mengais kehidupan. Selama ini, pria berusia 66 tahun tersebut bekerja sebagai pemulung dengan berjalan kaki menyusuri kawasan pantai di Kota Pariaman untuk mencari barang bekas yang masih bernilai jual.
Dengan becak motor, Afrizal berharap mampu mengangkut lebih banyak barang dalam waktu lebih singkat. Kapasitas angkut yang meningkat diharapkan memperlancar pekerjaannya sekaligus membuka peluang menambah penghasilan keluarga.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu bentuk intervensi Pemko Pariaman dan BAZNAS dalam mendukung ekonomi masyarakat rentan.
Dampak sesungguhnya akan ditentukan oleh keberlanjutan pemanfaatannya. Apakah becak motor tersebut benar-benar mampu meningkatkan pendapatan dan memperkuat kemandirian ekonomi penerima. Atau berhenti sebagai bantuan simbolis semata.(mak)







