Kapuas  

Dinas Pertanian Kapuas Tambah 500 Dosis Vaksin PMK, Kesadaran Peternak Meningkat

Kuala Kapuas, fajarharapan.id –  Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kembali menggencarkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi. Sebanyak 500 dosis vaksin tambahan disiapkan untuk memperluas perlindungan terhadap ternak sekaligus mengantisipasi risiko penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, drh. Anik Ariswandani, mengatakan, vaksinasi lanjutan tersebut dilaksanakan setelah pihaknya menerima tambahan pasokan vaksin dari pemerintah. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Anik, pada awal 2026, pihaknya telah melaksanakan vaksinasi PMK dengan menyuntikkan sekitar 500 dosis kepada ternak sapi di sejumlah wilayah. Kecamatan yang menjadi sasaran saat itu meliputi Basarang, Mantangai, Tamban Catur, dan Bataguh.

Namun, jumlah vaksin yang tersedia pada pelaksanaan sebelumnya belum mampu menjangkau seluruh ternak sapi yang menjadi sasaran program. Karena itu, tambahan 500 dosis kali ini diharapkan dapat memperluas cakupan vaksinasi, terutama bagi ternak yang belum mendapatkan penyuntikan.

“Pada awal tahun kemarin, kami sudah melaksanakan vaksinasi sekitar 500 dosis di beberapa kecamatan. Karena jumlah vaksin yang kami terima waktu itu belum bisa mencakup seluruh ternak, sekarang kami lanjutkan lagi setelah mendapatkan tambahan sekitar 500 dosis,” ujar Anik.

Selain menambah cakupan vaksinasi, Dinas Pertanian Kapuas juga melihat adanya perubahan positif dalam kesadaran peternak terhadap pentingnya pencegahan PMK. Jika sebelumnya sebagian masyarakat masih khawatir ternaknya sakit atau mati setelah divaksin, kini penerimaan terhadap program tersebut dinilai semakin baik.

Anik mengungkapkan, saat ini sejumlah peternak bahkan mulai aktif meminta agar sapi mereka mendapatkan vaksinasi. Perubahan sikap tersebut menjadi perkembangan positif karena keberhasilan pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga dukungan dan partisipasi masyarakat.

“Kalau dulu, ketika ternaknya mau divaksin, banyak masyarakat yang menolak karena takut sapinya sakit atau mati. Namun, sekarang mereka sudah lebih menerima. Bahkan, ada yang meminta agar ternaknya divaksin,” jelasnya.

Ia menerangkan, vaksinasi PMK bertujuan merangsang pembentukan kekebalan tubuh ternak sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap virus penyebab penyakit tersebut. Dengan kekebalan yang terbentuk, risiko ternak mengalami PMK diharapkan dapat ditekan, meskipun vaksinasi tetap perlu didukung langkah-langkah pencegahan lainnya.

Menurut Anik, PMK perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan ternak dan berdampak terhadap keberlangsungan usaha peternakan. Apabila banyak sapi terserang penyakit, peternak berpotensi menghadapi kerugian akibat menurunnya kondisi ternak serta terganggunya aktivitas pemeliharaan dan usaha mereka.

Melalui tambahan 500 dosis vaksin tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas berharap semakin banyak ternak sapi mendapatkan perlindungan dan risiko penyebaran PMK dapat diminimalkan. Anik juga mengimbau peternak untuk mendukung program vaksinasi serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan agar upaya menjaga kesehatan dan produktivitas ternak di Kabupaten Kapuas berjalan optimal. (FJR)