Sumbar  

BMKG Tetapkan Aceh dan Sumbar Siaga Hujan Lebat pada 19–22 Oktober 2026

BMKG Imbau Warga Antisipasi Banjir dan Longsor.
BMKG Imbau Warga Antisipasi Banjir dan Longsor.

Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 19–22 Oktober 2026.

Peringatan tersebut disampaikan melalui prakiraan cuaca mingguan BMKG yang diperbarui pada 15 Oktober 2026 dan dikutip pada Minggu (18/10/2026). Kedua provinsi itu masuk dalam kategori siaga karena berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi selama periode tersebut.

Meski sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan, kondisi cuaca di sejumlah daerah masih berpotensi berubah. Peningkatan intensitas hujan secara lokal perlu diantisipasi untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

Selain Aceh dan Sumatera Barat, BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang di beberapa wilayah. Di Pulau Sumatera, daerah yang perlu mencermati perkembangan cuaca meliputi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.

Potensi serupa turut terpantau di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan juga menjadi daerah yang perlu diwaspadai terhadap peningkatan curah hujan.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Indonesia dapat berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan tidak hanya mengandalkan prakiraan cuaca secara nasional, tetapi juga memperhatikan informasi khusus untuk wilayah tempat tinggal masing-masing.

Curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, seperti genangan air, banjir, hingga tanah longsor, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Warga yang tinggal di daerah berisiko diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran drainase, serta menghindari aktivitas di sekitar lereng, sungai, dan lokasi rawan bencana ketika hujan deras berlangsung.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

Mengingat prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer, masyarakat diminta rutin memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG. Langkah ini penting dilakukan, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh atau menjalankan aktivitas di luar ruangan selama 19–22 Oktober 2026.(des*)