Tablig Akbar Maulid Bergema, Judi Online Mengintai Bantuan Warga

Padang Pariaman – Di tengah lantunan takbir dan shalawat yang menggema, peringatan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di Masjid Raya Kampuang Pauh, Campago Utara, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Selasa malam (15/9/2026), tak sekadar menjadi momentum keagamaan.

Pesan tentang keteladanan Rasulullah justru berkelindan dengan persoalan sosial yang menghantui masyarakat. Dari kewajiban memakmurkan masjid hingga ancaman judi online yang dapat membuat penerima bantuan sosial kehilangan haknya.

Tablig Akbar tersebut menghadirkan Ustadz Munir M Tk Sutan Rajo Mudo sebagai penceramah. Ia mengupas kelahiran Rasulullah sekaligus keteladanan beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Pesannya tegas dan lugas. Memperbanyak shalawat dan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai cermin kehidupan, dengan harapan umat memperoleh syafaat di akhirat kelak.

Namun, pesan malam itu tidak berhenti di mimbar. Wali Nagari Campago, Zulhadi, mengajak masyarakat mengambil pembelajaran dari ajaran Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan warga menjaga kesehatan di tengah kondisi suhu udara yang dinilai kurang bersahabat karena cuaca berkabut, sekaligus mengimbau masyarakat menunaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) karena penerimaan pajak tersebut menjadi bagian dari pembiayaan pembangunan daerah.

Yang paling menyentak adalah peringatan soal judi online. Zulhadi mengingatkan warga penerima bantuan sosial agar tidak terjerumus ke dalam aktivitas perjudian daring.

Ia menegaskan, apabila penerima bantuan terindikasi menggunakan judi online, bantuan tersebut dapat dihentikan. Pesan ini menjadi tamparan keras di tengah derasnya godaan perjudian digital yang menyasar masyarakat dari berbagai lapisan.

Dari sisi adat, Tafril, Wakil Dt. Lelo Dirajo, menyampaikan pesan-pesan keagamaan sekaligus adat kepada masyarakat.

Ia mengingatkan kembali nilai-nilai yang dibawa Rasulullah dan mengajak para dunsanak untuk kembali menghidupkan masjid.

Menurutnya, masjid tidak semestinya hanya ramai ketika peringatan hari besar Islam, tetapi harus menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan yang terus hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Masjid Raya Kampung Pauh, Febri, memaparkan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana masjid sekaligus transparansi posisi neraca keuangan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan Maulid Nabi kali ini hanya diisi Tablig Akbar. Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga mencakup Tablig Akbar dan Badikia Sarapan Anam.

Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian warga tetap mengalir; donasi yang dihimpun melalui Grup WhatsApp Silaturahmi dan Pemuda mencapai Rp9 juta.

Di situlah makna Maulid terasa paling nyata: masjid bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat menguji kembali kepedulian dan akhlak umat.

Pengurus Masjid Raya Kampung Pauh menyampaikan terima kasih atas setiap wakaf, sedekah, dan infak yang diberikan masyarakat.

Dari shalawat hingga kepedulian terhadap pembangunan masjid, dari nasihat adat hingga peringatan keras tentang judi online, malam Maulid itu meninggalkan satu pesan. Keteladanan Rasulullah tidak cukup hanya dikenang, ia harus hadir dalam pilihan hidup setiap hari.(mak).