Bukan Cuma Rokok, 5 Sayuran Ini Ternyata Mengandung Nikotin

Nikotin tak cuma terdapat pada rokok atau produk tembakau. Sejumlah sayuran yang dikonsumsi sehari-hari juga ada yang mengandung nikotin.
Nikotin tak cuma terdapat pada rokok atau produk tembakau. Sejumlah sayuran yang dikonsumsi sehari-hari juga ada yang mengandung nikotin.

JakartaNikotin selama ini identik dengan rokok dan produk berbahan tembakau. Senyawa yang dikenal dapat menyebabkan ketergantungan tersebut memang secara alami terdapat pada tanaman tembakau.

Akan tetapi, nikotin dalam jumlah sangat kecil ternyata juga dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Keberadaan senyawa tersebut berkaitan dengan kelompok tanaman tertentu, terutama famili Solanaceae, yang kerap disebut sebagai keluarga terung-terungan. Kelompok tanaman ini mencakup sejumlah bahan pangan populer seperti terung, tomat, kentang, cabai, dan paprika.

Penelitian yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine pernah mengukur kadar nikotin pada sejumlah tanaman pangan menggunakan teknik kromatografi gas dan spektrometri massa.

Dalam penelitian bertajuk The Nicotine Content of Common Vegetables, beberapa bahan pangan yang dianalisis antara lain terung, tomat, kentang, serta kembang kol.

Meski ditemukan adanya nikotin, jumlahnya sangat jauh berbeda dibandingkan paparan yang berasal dari produk tembakau. Dengan kadar yang hanya berada pada level mikrogram per kilogram, sayuran tersebut tidak memberikan efek nikotin seperti yang diperoleh dari rokok.

Sebagai perbandingan, satu batang rokok disebut dapat mengandung sekitar 10.000-14.000 mikrogram nikotin. Sementara itu, kadar yang ditemukan dalam sayuran hanya mencapai beberapa mikrogram untuk setiap kilogram bahan pangan.

5 Sayuran yang Mengandung Nikotin dalam Jumlah Sangat Kecil

Berikut sejumlah sayuran yang dalam penelitian diketahui memiliki kandungan nikotin alami:

1. Terung

Terung menjadi salah satu sayuran dengan kadar nikotin alami paling tinggi di antara bahan pangan yang diteliti. Kandungannya tercatat sekitar 100 mikrogram per kilogram.

Angka tersebut memang lebih tinggi dibandingkan beberapa sayuran lain, tetapi tetap sangat rendah jika dibandingkan dengan kandungan nikotin pada produk tembakau.

2. Tomat

Tomat juga memiliki nikotin alami dalam jumlah kecil. Menariknya, kadar tersebut dapat berbeda antara tomat yang masih hijau dan yang telah matang.

Tomat merah memiliki kandungan sekitar 4,1-4,3 mikrogram per kilogram. Sementara tomat hijau tercatat memiliki kadar yang lebih tinggi, yakni sekitar 42,8 mikrogram per kilogram.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kematangan dapat memengaruhi konsentrasi sejumlah senyawa yang terdapat di dalam tomat.

3. Kentang

Kentang termasuk anggota famili Solanaceae yang juga memiliki kandungan nikotin alami. Berdasarkan penelitian tersebut, kadarnya sekitar 7,1 mikrogram per kilogram.

Seperti sejumlah tanaman lainnya, kondisi kentang dapat memengaruhi keberadaan senyawa tertentu. Kentang yang masih hijau atau belum matang diketahui dapat memiliki konsentrasi beberapa senyawa yang lebih tinggi.

4. Kembang kol

Kembang kol cukup menarik karena bukan bagian dari keluarga Solanaceae. Meski demikian, penelitian menemukan adanya nikotin dalam sayuran tersebut.

Kandungan yang terdeteksi berada di kisaran 3,8-16,8 mikrogram per kilogram.

5. Paprika

Paprika atau bell pepper juga tercatat memiliki nikotin alami dalam kadar rendah. Jumlahnya sekitar 7,1 mikrogram per kilogram.

Tidak Sama dengan Nikotin dari Rokok

Temuan tersebut tidak berarti sayuran seperti terung, tomat, kentang, kembang kol, dan paprika memiliki risiko yang sama dengan rokok.

Kadar nikotin pada bahan pangan tersebut sangat kecil dan tidak dapat disetarakan dengan paparan nikotin dari produk tembakau. Sayuran-sayuran itu tetap mengandung berbagai nutrisi penting dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat.

Jadi, keberadaan nikotin dalam jumlah sangat kecil pada beberapa jenis sayuran bukan alasan untuk menghindari makanan tersebut. Yang perlu dibedakan adalah keberadaan suatu senyawa secara alami dalam makanan dengan paparan nikotin dalam jumlah tinggi melalui produk tembakau.(BY)