Kota Pariaman – Dua puluh dua tahun bukan waktu yang singkat. Selama itu, Gelanggang Olah Raga (GOR) Rawang yang kini dikenal sebagai Youth Center Kota Pariaman, Sumatera Barat sempat terbenam dalam kondisi terbengkalai.
Kini, wajah kawasan olahraga di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, itu mulai berubah setelah mendapat sentuhan revitalisasi dan dukungan dana CSR BUMN.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau langsung kondisi GOR Rawang, Jumat (21/8/2026), didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Andre memastikan dukungan yang sebelumnya diberikan melalui CSR BUMN dari Semen Indonesia Group dan Hutama Karya mulai memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Yang paling terlihat adalah lintasan lari yang kini telah rampung dan setiap hari dipadati warga dari berbagai usia.
Fasilitas yang sebelumnya nyaris tak punya daya tarik itu kini berubah menjadi ruang publik yang hidup. Tempat masyarakat berolahraga sekaligus ruang tumbuh aktivitas ekonomi pedagang UMKM.
Andre menyebut tingginya antusiasme warga menjadi alasan kuat agar revitalisasi GOR Rawang tidak berhenti pada pembangunan lintasan lari.
Sesuai aspirasi Pemko Pariaman, ia menyatakan siap mendorong bantuan lanjutan sekitar Rp800 juta untuk membenahi medan nan bapaneh, toilet, hingga fasilitas fitnes outdoor pada tahun depan.
“Insyaallah tahun depan kita akan bantu sesuai aspirasi tersebut,” kata Andre.
Ia berharap dukungan itu bukan sekadar mempercantik kawasan olahraga. Tetapi benar-benar menghidupkan GOR Rawang sebagai pusat aktivitas masyarakat dan ruang produktif bagi generasi muda Pariaman.
Yota Balad menegaskan, bahwa perubahan tersebut menjadi titik balik setelah lebih dari dua dekade GOR Rawang berada dalam kondisi terbengkalai.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Andre Rosiade atas kepedulian terhadap masyarakat Pariaman dan berharap kawasan tersebut ke depan mampu menjadi pusat kegiatan pemuda sekaligus penggerak ekonomi warga.
Kini, GOR Rawang menghadapi pertaruhan baru: apakah revitalisasi ini akan benar-benar mengubah wajah kawasan tersebut secara permanen atau kembali menjadi proyek yang kehilangan gaung setelah seremoni berlalu.
Harapan warga sudah telanjur tumbuh. Dengan lintasan lari yang mulai ramai dan UMKM yang ikut bergerak, GOR Rawang punya kesempatan untuk membuktikan bahwa ruang publik yang lama mati pun bisa kembali bernyawa. Aasal dirawat, dilanjutkan, dan tidak dibiarkan terbengkalai lagi.(mak).







