Agam – Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan ratusan warga yang terdampak banjir di Jorong Kubu dan Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Sabtu (18/7) malam.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore. Tingginya curah hujan di wilayah hulu Danau Maninjau menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap hingga merusak tanggul.
Akibat luapan sungai, sejumlah rumah warga terendam. Beberapa warga sempat terisolasi sehingga memerlukan bantuan evakuasi dari Tim SAR Gabungan.
Laporan mengenai kejadian itu diterima Kantor SAR Padang dari Wali Jorong Sungai Batang, Gindo, pada Sabtu sekitar pukul 19.22 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Siaga SAR Agam langsung mengerahkan enam personel menuju lokasi dengan membawa perlengkapan penyelamatan.
Tim berangkat pada pukul 19.39 WIB dan menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 39 kilometer. Setelah tiba sekitar pukul 21.00 WIB, petugas segera berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat sebelum memulai proses evakuasi.
Berdasarkan pendataan di lapangan, sekitar 200 warga di Jorong Kubu berhasil menyelamatkan diri secara mandiri. Sementara di Jorong Labuah, sebanyak 243 warga juga telah mengungsi sendiri. Namun, masih ada tujuh warga yang terjebak dan membutuhkan pertolongan dari petugas.
Pada pukul 22.05 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi ketujuh warga tersebut dalam kondisi selamat. Seluruh proses penyelamatan berjalan lancar dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel di lapangan.
Secara keseluruhan, sekitar 450 warga terdampak banjir yang melanda dua jorong tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini.
Memasuki Minggu (19/7) dini hari, sekitar pukul 05.40 WIB, genangan air mulai surut sehingga situasi dinyatakan aman. Warga yang sebelumnya mengungsi pun mulai kembali ke rumah masing-masing.
Operasi penyelamatan resmi ditutup setelah seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 06.00 WIB dan kembali ke instansi masing-masing.
Abdul Malik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penanganan banjir, di antaranya Unit Siaga SAR Agam, BPBD Kabupaten Agam, Polri, PMI, Tagana, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, KSB, serta masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang solid menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana dan diharapkan terus terjaga dalam menghadapi potensi bencana di Sumatera Barat.(des*)







