Polisi Selidiki Asal Tiga Senjata Api Milik KKB Yahukimo, Diduga Telusuri Jaringan Pemasok

Barang bukti tiga pucuk senjata api dan amunisi yang diamankan.
Barang bukti tiga pucuk senjata api dan amunisi yang diamankan.

Jakarta – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 masih menyelidiki asal-usul tiga senjata api yang berhasil diamankan dalam operasi penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Penyelidikan tersebut bertujuan mengungkap jalur peredaran senjata sekaligus mengidentifikasi pihak yang diduga menjadi pemasok persenjataan bagi kelompok tersebut.

Selain menelusuri asal senjata, aparat juga mendalami kemungkinan masih adanya jaringan yang aktif menyuplai senjata api dan amunisi kepada KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengatakan penyidikan tidak hanya menyasar para pelaku yang berada di lokasi kejadian, tetapi juga difokuskan untuk membongkar jaringan distribusi senjata yang diduga masih beroperasi.

Menurutnya, penyidik akan terus menelusuri hubungan para pelaku, asal-usul senjata yang disita, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan pemasok. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui informasi yang dapat membantu proses penegakan hukum.

Dalam operasi tersebut, petugas menyita tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta satu unit peredam senjata. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga akan melakukan uji balistik guna mengetahui karakteristik setiap senjata dan mencocokkannya dengan proyektil maupun selongsong peluru yang pernah ditemukan dalam sejumlah kasus sebelumnya.

Penyelidikan turut mencakup pemeriksaan nomor seri senjata, tipe, negara pembuat, kemungkinan adanya modifikasi, hingga riwayat perpindahan kepemilikan senjata tersebut.

Sampai saat ini, kepolisian masih belum mengungkap jenis maupun merek tiga senjata api yang diamankan dalam operasi tersebut.

Dalam operasi penegakan hukum yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026), tiga anggota KKB yang diketahui berinisial Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat.

Selain itu, empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM diamankan untuk dimintai keterangan. Penyidik akan mencocokkan keterangan mereka dengan hasil pemeriksaan barang bukti dan analisis balistik guna menelusuri dugaan jalur distribusi senjata serta mengungkap pihak-pihak yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok yang dipimpin buronan Ronal Heluka.(des*)