Sport  

Argentina Bidik Gelar Keempat Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol di Final 2026

Perjalanan Timnas Argentina ke Final Piala Dunia 2026: Selalu Menang dan Magis Messi.
Perjalanan Timnas Argentina ke Final Piala Dunia 2026: Selalu Menang dan Magis Messi.

JakartaTimnas Argentina berpeluang mengukir sejarah saat menghadapi Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026. Duel perebutan gelar dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Apabila mampu mengalahkan Spanyol, La Albiceleste akan menambah koleksi gelar juara dunia menjadi empat. Kesuksesan itu juga akan menjadikan Argentina sebagai tim yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia secara beruntun, menyamai pencapaian Italia dan Brasil.

Laga final diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua negara saat ini menghuni dua posisi teratas dalam peringkat FIFA. Selain kualitas individu yang mumpuni, keduanya tampil konsisten sepanjang turnamen.

Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan dan tergabung di Grup J bersama Austria, Aljazair, serta Yordania. Tim asuhan Lionel Messi tampil sempurna di fase grup dengan mengoleksi sembilan poin hasil kemenangan atas Aljazair (3-0), Austria (2-0), dan Yordania (3-1).

Memasuki fase gugur, perjalanan Argentina tidak selalu berjalan mulus. Pada babak 32 besar, mereka dipaksa bekerja keras menghadapi debutan Cape Verde. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu sebelum Argentina memastikan kemenangan 3-2, berkat gol bunuh diri pemain lawan, Diney Borges.

Drama kembali terjadi di babak 16 besar saat berhadapan dengan Mesir. Sempat tertinggal dua gol, Argentina menunjukkan karakter sebagai tim besar dengan membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Perempat final juga menjadi ujian berat. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Swiss hingga waktu normal berakhir, Argentina baru bisa memastikan tiket semifinal melalui dua gol pada babak perpanjangan waktu yang dicetak Julian Alvarez dan Lautaro Martinez untuk menutup laga dengan skor 3-1.

Di semifinal, Inggris hampir menghentikan langkah Argentina. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Anthony Gordon membawa Inggris unggul lebih dulu. Namun, Enzo Fernandez menyamakan skor sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time melalui umpan Lionel Messi, sehingga Argentina menang 2-1.

Kini tantangan terakhir menanti. Spanyol dikenal sebagai tim dengan pertahanan paling solid sepanjang turnamen, sehingga Argentina dituntut tampil efektif untuk membongkar lini belakang lawan.

Salah satu kekuatan utama Argentina adalah ketajaman lini serang. Hingga menjelang final, mereka telah membukukan 19 gol dengan kebobolan tujuh kali. Selain produktif, Argentina juga berkali-kali menunjukkan mental juara lewat keberhasilan bangkit dari situasi tertinggal, termasuk saat menghadapi Mesir dan Inggris.

Final kali ini juga memiliki makna emosional karena diperkirakan menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di ajang Piala Dunia. Di usia 39 tahun, sang kapten berpeluang menutup kariernya di kompetisi tersebut dengan mengangkat trofi untuk kedua kalinya secara beruntun.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Messi telah mengemas delapan gol dan empat assist. Secara keseluruhan, koleksi golnya di putaran final Piala Dunia kini mencapai 21, hanya terpaut satu gol dari rekor milik Kylian Mbappe yang telah mencatatkan 22 gol.

Bagi Argentina, final di New Jersey menjadi penampilan ketujuh sepanjang sejarah di ajang Piala Dunia. Dari enam final sebelumnya, mereka meraih tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Jika mampu menundukkan Spanyol, Argentina akan mengoleksi empat gelar dunia, menyamai catatan Italia.

Keberhasilan mempertahankan trofi juga akan menempatkan Argentina sejajar dengan Italia dan Brasil sebagai negara yang sukses menjadi juara Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut. Italia melakukannya pada 1934 dan 1938, sedangkan Brasil mencatatkan prestasi serupa pada 1958 dan 1962.(BY)