Menkes Ingatkan Bahaya Natrium, Makan Siomay Tiap Hari Bisa Picu Hipertensi

Menkes Budi Gunadi Sadikin ingatkan setiap hari makan sepiring siomay bisa memicu hipertensi.
Menkes Budi Gunadi Sadikin ingatkan setiap hari makan sepiring siomay bisa memicu hipertensi.

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan natrium dalam menu makan siang sehari-hari. Ia mencontohkan bahwa kebiasaan mengonsumsi satu porsi siomay setiap hari berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Melalui unggahan di media sosialnya, Budi mengulas kandungan natrium pada beberapa makanan yang kerap jadi pilihan makan siang, seperti bakso, soto Betawi, dan siomay. Dari hasil uji laboratorium, siomay ternyata memiliki kadar natrium paling tinggi dibanding dua menu lainnya.

Ia menjelaskan bahwa tingginya natrium pada siomay bukan semata dari bahan utamanya, melainkan dari bumbu kacang yang biasanya disajikan dalam jumlah cukup banyak.

Budi juga menekankan bahwa natrium tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sehingga sering luput dari perhatian.

Berdasarkan hasil pengujian, bakso mengandung sekitar 1.000 mg natrium, soto Betawi sekitar 700 mg, sementara siomay mencapai 1.600 mg. Padahal, batas konsumsi natrium harian yang dianjurkan sekitar 2.000 mg atau setara dengan satu sendok teh garam.

Ia menyarankan agar masyarakat tetap bisa menikmati makanan favorit, namun dengan cara yang lebih bijak, seperti mengurangi penggunaan bumbu yang tinggi garam dan lebih fokus pada sumber protein.

Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa konsep “Nutri Level” tidak hanya berlaku untuk kandungan gula, tetapi juga mencakup garam dan lemak. Dalam kategori tersebut, bakso dan soto Betawi masuk tingkat sedang (Level C), sedangkan siomay berada di level tinggi (Level D), sehingga konsumsinya perlu dibatasi.(BY)