Pulang Pisau, fajarharapan.id – Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Ahmad Rifa’i didampingi Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta beserta jajaran menyambut kepulangan 28 jamaah haji kloter enam yang telah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Prosesi penyambutan berlangsung di halaman Kantor Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Pulang Pisau, Jumat, sebagai bentuk penghormatan sekaligus rasa syukur atas kembalinya para jamaah ke tanah air.
Bupati Ahmad Rifa’i mengatakan kepulangan jamaah haji menjadi momen yang membahagiakan, terlebih seluruh jamaah kembali dalam kondisi sehat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga.
“Kepulangan para jamaah ini menjadi kebahagiaan bagi kita semua. Apalagi mereka kembali ke daerah dalam keadaan sehat, tentu ini sangat membahagiakan keluarga,” ujar Ahmad Rifa’i, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan jamaah menunaikan rukun Islam kelima menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah karena telah mengantarkan masyarakat menjalankan ibadah dengan baik.
Ia menilai momentum kepulangan jamaah haji juga menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci.
“Kami bersyukur mereka dapat kembali dan berkumpul bersama keluarga tercinta setelah menunaikan ibadah dengan penuh kesabaran dan ketulusan,” katanya.
Ahmad Rifa’i berharap para jamaah yang telah kembali dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing, terutama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kehidupan sosial di masyarakat.
Pengalaman spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, menurutnya, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Ia juga mendoakan agar seluruh jamaah mendapatkan predikat haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah.
Menurutnya, keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ibadah, tetapi juga dari perubahan sikap serta perilaku setelah kembali ke tanah air.
“Kami berharap pengalaman dan pembelajaran selama di Tanah Suci bisa dibagikan kepada masyarakat sebagai motivasi dan penguat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.(Fjr)







