Siswi SD di Sukabumi Menangis Gagal Selesaikan OSN Akibat Listrik Padam Mendadak

Siswi SD di Sukabumi menangis usai gagal menyelesaikan OSN akibat listrik padam.
Siswi SD di Sukabumi menangis usai gagal menyelesaikan OSN akibat listrik padam.

Jakarta – Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tak kuasa menahan tangis setelah tidak mampu menuntaskan ujian Olimpiade Sains Nasional (OSN) karena listrik tiba-tiba padam saat pelaksanaan. Momen tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah videonya beredar di media sosial.

Siswi itu diketahui bernama Nadya Putrinda Paramitha, perwakilan dari SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Sukabumi. Ia menangis usai ujian lantaran belum menyelesaikan seluruh soal yang dikerjakannya.

Nadya mengungkapkan awalnya mengira pemadaman hanya berlangsung sebentar. Namun menjelang waktu ujian tersisa sekitar 15 menit, ia mulai cemas karena baru mampu mengerjakan lebih dari separuh soal dari total yang tersedia.

Kejadian ini berlangsung saat sesi ketiga atau sesi terakhir OSN mata pelajaran IPS, yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Saat ujian masih berjalan, listrik di sekolah mendadak terputus, sehingga para peserta tidak dapat melanjutkan pengerjaan hingga waktu habis.

Di balik peristiwa tersebut, tersimpan usaha panjang yang telah dilakukan Nadya. Selama kurang lebih enam bulan, ia bersama peserta lain telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang akademik tingkat nasional itu.

Sayangnya, persiapan berbulan-bulan tersebut harus terhenti akibat gangguan listrik yang terjadi secara tiba-tiba.

Pengawas OSN di sekolah itu, Isop Sopiah, menjelaskan bahwa pemadaman terjadi ketika peserta masih mengerjakan soal di sesi terakhir. Kondisi tersebut membuat ujian tidak bisa berjalan dengan lancar hingga selesai.

Ia menyebutkan, pihak sekolah sempat menunggu hingga waktu ujian berakhir, namun aliran listrik tidak juga kembali menyala.

Akibat kejadian ini, tiga siswa dari SD Negeri Gandasoli yang mengikuti sesi tersebut tidak dapat menyelesaikan ujian. Sekolah berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi bagi panitia dan pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang pada pelaksanaan OSN berikutnya.(des*)